Wednesday, 18 May 2016

PERJALANAN DINAS KE ANYER



Dalam pekerjaan rutinku seringkali mengharuskan aku melakukan perjalanan dinas, entah itu hanya rapat, evaluasi teknis dan kunjungan pabrik sebagai verifikasi sebelum melakukan tender pembelian bahan kimia. Kadangkala aku merasa sangat lelah melakukan perjalanan dinas ini terlebih lagi apabila tujuannya untuk rapat dinas atau evaluasi.

Mengapa? Karena perjalanan ini merupakan agenda yang sangat melelahkan. Bayangkan saja jam 3 pagi bahkan azan subuhpun belum berkumandang aku sudah sibuk mempersiapkan diri. Jam 4 pagi sudah dijemput oleh pihak travel menunju bandara untuk mengejar pesawat pertama. Hmmmm...sholat subuh seadanya di musholla bandara. Dan selanjutnya sesampainya di Jakarta tanpa ada kesempatan istirahat aku langsung rapat (malah lebih sering terlambat sedikit, alias rapat sudah dimulai). Lalu belum berhenti sampai disitu nanti siang begitu rapat selesai sekitar jam 13.00 aku kembali bergegas menuju bandara kembali untuk pulang. Terkadang belum makan siang. Semua ini karena aturan perusahaan yang aku nilai pelit dan kejam. Judulnya selalu penghematan. Rapat dinas tidak boleh menyediakan makan siang bahkan snack pun tidak. Hmmmm...makanya setiap pulang dinas aku pasti sakit. Maag kumat dan batuk pilek.... hadehhh...

Tapi perjalanan dinas kali ini cukup menyenangkan, peninjauan pabrik untuk verifikasi sebelum rekanan ikut tender. Memang untuk dinas kunjungan pabrik agak lebih nyaman. Tidak perlu mengejar pesawat pertama, tidak perlu pulang hari. Biasanya setelah kunjungan pabrik kita akan dijamu bahkan refreshing. Yuppp....ini sebagai suatu gift.

Kali ini kunjungan pabrik adalah ke Asahimas di Serang Banten. Asahimas adalah produsen Kaustik Soda. Diskusi teknik dan plant tour sangat menyenangkan. Dan tak diduga selesai semua tugas inti vendor mengajak kami ke pantai anyer, sayang sekali gak tahu ada schedule ini jadi aku gak punya persiapan sama sekali bahkan sunglassespun gak bawa. Padahal siang hari terik. Akhirnya aku cuma intip-intip keindahan pantai Anyer dari restroomnya hotel Novotel. Foto-foto dikit sunset. Malam harinya kita dijamu makan di resto seafood dipinggiran pantai.


From my window pane the sea was appeared


The cozy bed room of  Novotel Hotel Anyer


Almost sunset from the restaurant


The shine and blue sea early in the morning


My window pane

Almost sunset...

Baru pagi hari besoknya aku berani turun ke pelataran pantai. Lumayanlah foto-foto sedikit. Dan sebelum pulang kita diajak ke mall baru , “Aeon Mall” didaerah Serpong. Mall ini milik Jepang dan semuanya bercirikan khas Jepang. Keren... Semoga sering ya dinas seperti ini. Melihat suasana disini dan makanan Jepangnya cocok dilidahku aku pengen banget travelling ke Jepang. Inshaa Allah...!


The sea......

My heart will go on and on...

I like the view

Japanese food culture... I am in Japan

Sushi Salmon fish saos teriyaki manis...suka banget yummy...

Sagami Japanese Cuisine Resto

Sagami...menunya yummy sangat...

Berburu oleh-oleh dan semua tentang Japanese food

Thursday, 12 May 2016

SHORT TRIP PANTAI MUTUN DAN PULAU TANGKIL




Aku sudah lupa kapan tepatnya aku melakukan short trip ke Lampung ini, kalau tidak salah sekitar bulan Desember 2014. Kunjungan ke Lampung kali ini memang tidak direncanakan hanya mengambil cuti 1 hari di hari Jum’at. Tujuan utamanya menemani Iyun (kakak perempuanku) yang mengunjungi dan juga membenahi rumah kontrakan Ifan. Sudah hampir 5 bulan Ifan (anak cowoknya) merantau dan kerja di Lampung tapi dia belum sempat nengok sama sekali. Bahkan saat berangkat ke Lampung dia tidak bisa mengantar sama sekali. Kasihan... semua kondisi ini disebabkan oleh konflik rumah tangganya.

Berangkat hampir tengah malam menumpang mobil travel merupakan pengalaman seru bahkan sangat menegangkan. Bayangkan kami bertiga Iyun, aku dan Bunga semua perempuan. Kami duduk dibagian tengah, dibelakang kami 3 orang laki-laki dan didepan sopir dan seorang laki juga. Mobil selalu jalan dengan kecepatan sangat tinggi meski kondisi jalanan sangat buruk. Pengalaman perjalanan dengan mobil travel ini lebih mencekam lagi disaat menuju pulang ke Palembang.

Kondisi mobil yang tidak laik jalan benar-benar beresiko. Saat itu kami start keberangkatan dari Lampung ba’da Maghrib. Semula lancar...tetapi setelah beberapa jam perjalanan dan malam semakin larut mobil menepi dipinggir jalan. Sopir turun dan sepertinya memperbaiki kondisi ban, karena kondisi setengah mengantuk aku tidak begitu tertarik dengan permasalahan sopir dan mobilnya. Tetapi ketika sopir semakin sering menepikan mobilnya (hampir setengah jam sekali) aku mulai khawatir, terlebih mobil terlalu sering menepi dipinggiran hutan. Aku mulai takut dan khawatir. Kulihat dikursi depan Iyun tidur lelap dan Bunga yang disampingku juga tertidur. Aku mengintip disela-sela kaca mobil ingin mengetahui apa yang dilakukan oleh sopir. Tak begitu jelas, tetapi sepertinya masalah dengan ban. Situasi seperti ini terjadi setiap 15 menit sekali...waduh....kalau begini kapan nyampenya ke Palembang.

Dan akhirnya menjelang jam setengah 2 malam mobil berhenti disebuah perkampungan yang terdapat sebuah bengkel kecil. Perkampungan ditengah hutan saat tengah malam dimana orang-orang yang ada disana laki-laki semua. Pikiranku mulai macam-macam, takut dirampok takut diperkosa dan sebagainya. Aku membangunkan Iyun dan kami turun sekalian numpang buang air kecil di bengkel tersebut. Selesai dari WC kami menguping pembicaraan sopir dengan orang-orang bengkel. Akhirnya kami mengetahui permasalahan mobil travel ini. Ternyata parah dan amatlah berbahaya. 3 dari 4 roda mobil travel ini hanya mempunyai masing-masing 2 dan 1 baut (padahal harusnya setiap roda harus punya 4 baut. Dan baut yang terpasang itupun bukan jenis dan peruntukan mobil Inova.

Subhanallah..., innalillahi wa inna ilaihi rojiun...... , astaghfirullah.... desisku dalam hati ketika tahu letak permasalahannya. Jadi sang sopir berhenti setiap 15 menit sekali itu tujuannya adalah mengencangkan baut yang kendor. Ya Allah...alangkah tidak bertanggung jawab pihak travel ini. Begitu berani menawarkan ancaman nyawa penumpangnya. Aku baru paham mengapa mobil travel sangat amat terlambat menjemput kami tadi siang. Di schedule perjalanannya kami akan dijemput jam 3 sore tapi sampai jam 6 belum juga dijemput. Bahkan ketika ditelpon berkali-kali selalu jawabannya mohon bersabar karena mobilnya masih di bengkel. Dan akhirnya kami dijemput selesai maghrib. Ya Allah...

Dengan baut seadanya dan seketemunya, karena toh bengkel ini bukanlah bengkel resmi dan profesional. Tetapi minimal kami agak lega karena akhirnya 3 roda yang tadi bautnya tidak lengkap sudah lengkap. Perjalanan dilanjutkan dan alhamdulillah akhirnya sampai juga ke Palembang menjelang subuh. Sejak ini aku kapok dan tidak mau naik mobil travel antar kota lagi, mending naik kereta api saja. Carut marutnya transportasi antar kota, masih banyak terjadi disaat sorotan tentang keprofesionalan service dan keamanan jasa transportasi menjadi sorotan yang menghebohkan akhir-akhir ini.

Perjalanan ke Lampung dihari pertama membereskan rumah kontrakan Ifan yang sangat memprihatinkan. Sedih lihatnya ( aku jadi ingat Ardi), gak punya perlengkapan apa-apa. Bahkan jendela kacanya dibiarkan melompong sehingga dari luar orang lalu lalang dapat melihat dengan jelas isi dalam rumah. Di hari pertama kami sibuk ke pasar kelontong membeli peralatan dapur mulai dari piring, gelas, baskom, ranjang, kasur, seprai bahkan gorden.


Selesai mendandani rumah kontrakan Ifan lontang lantung tak tau arah, ngopi ke mall sebelum akhirnya memutuskan ke pantai mutun

Sudah ada keputusan dan sedang menunggu jemputan driver

Luntang lantung ditengah kota Lampung cari kuliner makan siang gak tentu arah

Hari Kedua. Pagi hari kami masih kembali lagi ke rumah kontrakan Ifan dan membenahi hal-hal yang belum tuntas kemarin. Setelah semua beres kami makan siang dan secara iseng menuju pantai Mutun karena Ifan sedang kerja dari pada tiduran di hotel, sedangkan mau city tour kami bingung tak tahu arah. Kenapa pilihan wisata singkat dan dadakan ini adalah pantai Mutun, itu karena informasi driver hotel yang kami booking untuk 3 hari perjalanan di Lampung. Pantai ini terletak tak jauh dari hotel kami menginap. Hanya menempuh 15 sampai 20 menit perjalanan dan juga murah banget. Kami hanya membayar 25 ribu untuk kesana itupun sudah termasuk mobil.
 
Kami sampai di pantai Mutun menjelang sore dan langit sangat gelap, mendung menggantung dan mau hujan. Tempat ini sepi pengunjung, bahkan bener-bener gak ada pengunjungnya kecuali kami. Mungkin karena hari  sudah sangat sore dan mendung. Tetapi aku sangat mengagumi pemandangan di pantai ini. Air laut tergolong bersih dan jernih. Ombak laut di Pantai Mutun cukup tenang sehingga cukup aman untuk pengunjung yang ingin menceburkan diri di laut Jika hanya ingin bersantai-santai, ada gubuk-gubuk yang untuk berteduh yang biasa digunakan pengunjung untuk duduk-duduk atau tidur-tiduran ditiup angin pantai yang sepoi-sepoi. Kita juga dapat merasakan ketenangan karena air laut yang biru dan jernih serta hamparan pasir putih ditambah hijaunya pulau yang ada di seberang pantai ini membentuk pemandangan alam yang indah yang layak dikunjungi.

Indahnya awan dan laut yang membiru keputihan, paduan warna menyejukkan hati

Perahu sewaan yang berderet parkir dibibir pantai karean sepi pengunjung

Laut berbatasan dengan langit dan awan sungguh landscape yang awesome bangets...

Langit meskipun ada awan hitam menggantung aku tetap suka bongkahanmu yang putih

Sepi tak berpenghuni bagaikan aku tersesat di tempat luas yang mengajakku dalam kedamaian


Perahu sewaan untuk menyebrang ke Pulau Tangkil
 
Pesisir pantai yang damai dan tenang tidak ada ombak yang menghempas

Gubuk beratap jerami berderet dipinggir pantai


Tidak jauh dari pantai ini terdapat pulau yang terlihat hijau dan terasa asri untuk dikunjungi Pulau Tangkil. Untuk mendatangi pulau ini, kita dapat naik perahu dengan membayar biaya 10 ribu per orang. Bapak yang punya perahu ini sudah sangat renta. Kulitnya menghitam seperti terbakar matahari. Bapak tua ini sangat ramah dan santun sekali terhadap kami. Logat biacaranya khas orang Lampung. Dia berkali-kali mengucapkan terima kasih ketika aku membayar sewa perahunya 50 ribu dan menolak uang kembalian yang disodorkannya. Hmmm...sederhana sekali pola dan cara hidup orang-orang desa yang polos.


Berperahu tongkang menyebrangi luasnya samudra

Icon pulau Tangkil

Gak bisa untuk foto manis manja cantik...karena anginya deres banget tuh jilbabku sampe buyar. Harusnya pake jilbab instant aja, habissss gak rencana toh kita mau kepantai

Masih terus usaha kalau aja bisa fotonya manis manja

Tuh kan...amuradul gitu jilbabku.

Pulau Tangkil dalam kesendirian hahaaa....pas banget ya buat caption foto ini keren

Sunyinya pulau tangkil


Pasir yang putih, langit jernih dengan awan menggunpal merupakan

Pulau Tangkil Yang sunyi...cocok untuk merenung

Tidak dibutuhkan waktu terlalu lama untuk berkunjung ke pulau yang dikenal dengan Pulau Tangkil. meskipun selama penyebrangan mengarungi laut lepas aku sempat menahan nafas dan berdzikir, takut sekali. Tidak bisa berenang, tanpa jaket pelampung ditengah laut dengan menggunakan perahu yang meurutku kecil sekali bila dibandingkan hamparan laut lepas yang sangat luas ini. Aku memang mudah sekali baper dan phobia, karena pada saat itu sedang hangat-hangatnya pesawat Air Asia yang jatuh diperairan pangkalan Bun pulau Kalimantan. Hehhhhhh...jantungku berdegup gak karuan.

Begitu perahu sandar di pulau Tangkil aku memandang sekeliling. Maashaa Allah ........ alangkah indahnya lukisan alam yang ada disini. Laut jernih yang indah dilengkapi dengan langit mendung yang hitam menggantung dan gumpalan awan yang berbongkah-bongkah sungguh merupakan kombinasi yang sangat komplit. Suasana pulau ini sangat sepi tak berpengunjung. Ada penjaga warung yang menyambut dan menyapa kami. Bapak inilah yang menjelaskan segala sesuatunya menolong kami ambil foto-foto. Dan semua itu dilakukannya secara ikhlas tanpa minta bayaran. Salut...!

Menurut bapak itu bila musim liburan tempat ini akan sangat ramai dan padat pengunjung. Ada berbagai macam permainan, seperti banana boat, paralayang dsb. Selain itu kita dapat beristirahat dengan lebih nyaman karena suasana yang rimbun dan cukup hening di pulau ini. Air laut juga lebih bersih sehingga cocok untuk berenang, bahkan kita dapat melihat ikan-ikan yang berenang di dekat pantai. Setelah lelah melakukan aktivitas di pantai, kita dapat mencicip makanan dari tempat makan yang ada di pantai ini (tetapi hal ini tidak kami lakukan karena kami sudah makan siang sebelum sampai kesini). Puas memandang keindahan dan foto-foto kami memutuskan kembali, bapak pemilik perahu masih asyik ngobrol dengan pemilik warung, bergegas menarik tali penambat perahunya. Kembali aku harus merasakan degup suara jantungku ketika menyebrangi laut lepas.

Menjelang Maghrib kami kembali ke hotel, Ifan sudah menunggu di lobby hotel. Malam itu dia ikut menginap di hotel tempat kami menginap. Keesokan harinya kami mengantar Ifan ke tempat kerjanya dan kami melajutkan city tour kota Lampung cuma untuk wisata kuliner sembari menunggu jemputan travel yang akan menjemput di hotel jam 3 sore. Short trip yang cukup mengesankan. 


Thursday, 28 April 2016

THE REASON WHY YOU HAVE TO LOVE YOUR "UMMI"


Oleh : Esi Samsidar


Pertama
Ibunda adalah orang pertama yang berani memberikan nyawanya untuk kita. Tahukah kita bahwa ibu merupakan satu satunya orang yang terbukti mau mempertaruhkan segenap hidupnya demi kebahagiaan kita. Saat kita berada dalam kandungan maka tiap langkahnya begitu hati-hati, kata-katanya dijaga dan ada berjuta perlakuan istimewa lainnya. Saat hari kelahiran telah mendekat, ibunda makin kepayahan dan hampir saja tak bisa bergerak, siang malam yang ada dalam pikirannya hanyalah kita…! Beliau tak pernah memikirkan dirinya, yang dipikirkan cuma keselamatan dan kebahagiaan calon buah hati yang telah diamanatkan oleh ALLAH SWT. Ketika saat untuk melahirkan datang… ia pun bertekad untuk melakukan hal terbaik, ia rela meninggalkan dunia ini asal sang buah hati bisa lahir dengan selamat. Segenap hidup dan matinya telah dipasrahkan kepada ALLAH SWT, baginya dirinya tak begitu penting asal janin yang dikandungnya kelak bisa bahagia di dunia ini. Sungguh perjuangan dan saat-saat ibu mengalami hal ini tak pernah boleh kita lupakan, karena belum ada manusia lain yang bisa melakukan ini selain ibu kita.

Kedua
Mengasuh anak dengan penuh cinta dan kasih sayang. Jika kita kehilangan inspirasi atau motivasi dalam mencintai seseorang maka belajarlah pada sang ibunda tercinta. Ibu adalah sosok teladan yang bisa kita jadikan sebagai sumber kekuatan dalam membina ketulusan cinta. Apa yang ibunda lakukan bukan karena harta, tetapi beliau memberikan cinta hanya karena kita ingin bahagia, sukses dan selalu berdaya dalam menghadapi segala situasi. Dengan bekal cinta dan kasih bunda yang tulus maka seorang anak akan berkembang dan maju sebagai manusia yang kuat dan berguna bagi orang lain. Anak-anak yang dibesarkan dengan rasa cinta akan punya toleransi yang tinggi dan jauh dari sikap angkuh, tidak sombong dan tak banyak mengeluh ketika menghadapi kesulitan. 

Ketiga
Ibunda rela tinggal digubug derita asal sang anak bisa hidup layak. Kita sering mendapati bagaimana orang yang sangat sukses tetapi begitu rendah hati. Ia sangat pandai menghargai semua orang, bahkan kepada pengemis pun dia begitu baik sikapnya. Kita pasti bisa membayangkan betapa baiknya orang tadi, kalau pada peminta-minta saja sangat santun maka kita tak perlu bertanya bagaimana sikap dia ke sesama. Suatu hari sebagian orang pun bertanya mengapa ia bisa melakukan hal ini? Maka dengan nada rendah hati ia menjawab jika hal itu terinspirasi dari sang ibunda, bagaimana dulu orang tuanya hidup dalam kekurangan secara ekonomi, tetapi mereka tak pernah lupa untuk menyiapkan hal-hal penting hingga dirinya bisa tinggal di istana dan mencapai kesuksesan seperti sekarang. 

Keempat, 
Ibunda rela menjadi budak sang anak… Tampaknya hal ini kadang kita lupakan, kita kadang tak sadar kalau terlalu sering memerintah kepada ibu yang telah melahirkan kita dengan taruhan nyawanya. Seberat apapun perintah itu selalu dijalankan oleh ibunda, beliau melakukan dengan hati yang ikhlas karena rasa cintanya yang demikian tinggi kepada anak-anaknya. Hal-hal seerti ini memang kadang baru disadari oleh sang anak ketika beliau telah pergi untuk selama-lamanya. Apakah ibunda mengeluh ketika mendapat perintah dari anaknya ? Ternyata tidak, beliau menanggapinya dengan senyuman, menjalankan perintah itu dengan semangat dan ketika semua perintah telah dijalankan beliau pun tidak kecewa karena tak pernah mendapat ucapan terima kasih dari kita. Sungguh…hal-hal ini jangan pernah kita lupakan…, catat baik-baik dalam hati dan pikiran kita , karena itu akan sangat berguna dalam hidup kita. 

Kelima
Kesabaran tanpa batas seorang ibunda yang dibentak anaknya. Memang keterlaluan jika anak yang telah dikandung, diasuh dan dibesarkan berani membentak ibundanya. Cuek bebek dan main kasar dengan ibunda merupakan cermin hati yang keras, meski ibunda sakit mendapat perlakuan yang tak semestinya tetapi beliau tetap mau memaafkan kesalahan anak-anaknya. Rasa sakitnya hanya sementara, ia anggap itu hanya luka kecil yang akan sembuh dengan sendirinya. Kalau diibaratkan maka kesabaran sang bunda itu bagaikan samudera yang luas, sementara tindakan anak yang kejam kepada bunda laksana bangkai-bangkai berbau busuk yang dilempar ke tengah lautan, namun kita tahu bangkai itu tak akan membuat samudera hati bunda berbau busuk, justeru bangkai itu lama kelamaan akan lenyap dengan sendirinya lewat doa tulus sang ibunda.

Keenam
Doa tulus sang Ibunda yang tak pernah berhenti. Mungkin harus kita akui jika seorang anak sering lupa untuk mendoakan ibundanya, namun tidak demikian dengan ibunda, beliau selalu berdoa untuk kebaikan kita, senakal apapun dan sekejam apapun maka ibunda tetap menggantungkan harapan baik kepada kita. Beliau tak pernah lelah dan tak pernah bosan untuk menasehati kita, mungkin kelak kita akan sangat menyesal ketika kita ingat bagaimana kita selalu membantah tiap nasehat baik yang diberikan oleh ibunda. Kita akan rindu saat saat dinasehati oleh sang bunda, kita pun mengejar bayang-bayang sang bunda, namun sayang bayang-bayang itu tak mungkin lagi kembali dalam hidup ini.. 

Ketujuh
Kita adalah hasil perjuangan ibunda. Mungkin kini kita begitu gagah, teramat hebat di depan orang lain hingga tak ada satupun yang bisa mengalahkan kita, tetapi jangan pernah lupa masih ada yang lebih hebat dari kita. Beliau mungkin saja tak bisa membaca, tidak lebih pintar dari kita, atau mungkin tak secantik puteri dunia, tetapi beliau inilah yang telah diberi kepercayaan oleh ALLAH SWT untuk menjadikan kita hingga seperti sekarang. Dialah Ibunda kita… yang akan meningggalkan kita atau kini bisa saja telah tiada. Bagi kita yang kini masih hidup bersama ibunda maka mari kita perbaiki bersama sikap-sikap yang tak semestinya, karena jika tidak maka kita pasti akan menjadi orang-orang yang paling menyesal dikemudian hari. Insya ALLAH kita semua bisa menjadi orang yang lebih baik dan lebih lembut sikapnya kepada ibunda kita tercinta. Amin.. 

Darah dagingmu dari air susu ibumu

Ibumu..ibumu..ibumu..dia yang telah mengandungmu selama 9 bulan dengan segala perjuangan dan kesakitan

Genggaman jemarinya memberi kekuatan dalam kehidupanmu

Thursday, 21 April 2016

TIPS TRAVELLING KE LUAR NEGERI



Sebelum melakukan perjalanan ke luar negeri ada beberapa hal yang harus dipersiapkan. Berdasarkan pengalaman pribadi berikut saya berbagi : 

MENGURUS PASPOR ATAU VISA
Untuk bisa berlibur ke negara lain, pastinya Anda akan membutuhkan paspor. Anda tidak akan bisa membeli tiket pesawat jika tidak punya paspor. Saran saya, buatlah paspor walaupun mungkin Anda belum punya rencana untuk ke luar negeri. Siapa tahu tiba-tiba ada promo tiket pesawat murah. Anda bisa membuat paspor biasa atau e-paspor. Biaya pembuatan e-paspor tentu saja lebih mahal dibandingkan paspor biasa. Perlu diingat, paspor hanya bisa digunakan hingga 6 bulan sebelum masa berakhir paspor. Perhatikan juga bahwa ada beberapa negara yang mewajibkan Visa untuk bisa masuk ke negaranya. Anda dapat mengurus Visa di Kedutaan Besar negara bersangkutan. Ada juga beberapa negara yang memungkinkan Anda mengurus Visa lewat agen perjalanan. 

BOOKING TIKET PESAWAT DAN HOTEL
Jika kita melakukan perjananan sendiri (backpacker) kita harus booking pesawat dan hotel sebelum melakukan perjalanan. Bisa mencari tiket promo ataupu mencari fasilitas hotel yang sesuai dengan kemauan dan kocek kita melalui internet, tetapi bila ikut dalam group tavel dari sebuah biro perjalanan, semua sudah diurus oleh biro perjalanan tersebut, cukup menyediakan dana saja. 

MENGUMPULKAN INFORMASI TENTANG NEGARA SETEMPAT
Berapa suhu udara di sana? Bagaimana iklimnya? Anda perlu mencari informasi seputar suhu udara dan iklim di negara tujuan Anda (terutama jika Anda berkunjung ke negara beriklim subtropis) agar Anda bisa mempersiapkan pakaian apa yang harus Anda bawa. Perhatikan juga aturan hukum setempat yang berlaku. Misalkan, Anda akan didenda jika membuang sampah sembarangan saat di Singapura. Anda juga tidak boleh makan dan minum di dalam MRT. Cari tahu juga tentang budaya setempat. Ingat, lain padang lain belalang. Cari juga informasi tentang peraturan maskapai penerbangan yang akan kita pakai mengenai maximum bagasi dan kabin yang diperbolehkan. Cari juga informasi menu makanan yang biasa disajikan di negara tersebut, baik dari segi kehalalannya maupun tentang kesesuaian di lidah kita. Apakah kita harus membawa sendiri persediaan makanan? Informasi tentang listrik yang terdia di negara yang akan dikunjungi juga sangat penting, karena terkait dengan smartphone atau gadget, power bank atau traveler charger. Tidak semua colokan listrik di negara lain berkaki dua seperti di Indonesia. Anda bisa menyiapkan adapter berkaki tiga dari Indonesia atau membeli international travel charger.


MENYUSUN ITINERARY PERJALANAN
Kita berlibur ke luar negeri tidak setiap bulan (bahkan belum tentu juga kita akan mengunjungi negara yang sama di tahun berikutnya). Karena itu, optimalkanlah liburan Anda. Pertama-tama, carilah informasi seputar tempat atau ikon wisata yang wajib dikunjungi di negara tersebut. Perhatikan di mana lokasi tempat wisata tersebut. Kunjungi tempat-tempat wisata yang letaknya berdekatan di hari yang sama. Anda juga dapat membeli tiket masuk suatu tempat wisata, secara online sejak sebelum keberangkatan.


UANG
Tukarkan mata uang rupiah dengan mata uang negara tujuan. Siapkan jumlah yang cukup. Bukan hanya untuk menghindari kerepotan mencari money changer saat di negara tujuan, namun juga karena kurs mata uang rupiah biasanya akan bernilai lebih rendah di negara tujuan Anda. Lebih baik Anda membawa mata uang US Dollar sebagai cadangan. Sebelum membeli mata uang negara tujuan.


JANGAN MEMBAWA BARANG PALSU
Ladies, jangan bawa tas Louis Vuitton KW Anda ke luar negeri! Ada cukup banyak cerita di mana tas bermerk palsu disita saat di pelabuhan internasional. Bukan hanya disita, kadang tas itu disobek di depan pemiliknya. Selain tas palsu, barang yang kerap disita di pelabuhan internasional adalah powerbank palsu alias abal-abal.


PAKAIAN
Bawalah baju secukupnya dan tidak berlebihan. Ketika bepergian jauh, maka yakinlah bahwa kamu seharian akan menggunakan baju yang sama. Ketika malam baru menggunakan baju tidur. Jika kamu ada perjalanan menggunakan bis malam, maka yakinlah kamu akan tidur dengan baju yang sama, yang kamu pakai tadi pagi. Kamu tidak membutuhkan baju tidur. Perhitungan baju ini disesuaikan juga dengan medan lokasi traveling kamu. Jika kamu berniat pergi ke daerah yang butuh jalan kaki banyak, akan tidak cocok jika memakai dress yang merepotkan. Untuk daerah dingin,jangan lupa bawa jaket/sweater/baju hangat, long john (thermal underwear), kaus kaki,sarung tangan, topi kupluk, selimut dan sebagainya guna menghangatkan badan. Sedangkan untuk daerah panas,siapkan baju tipis serta celana pendek.Tambahan aksesori untuk daerah panas adalah topi, payung,kacamata hitam,sunblock,dan sun tanned. Jumlah baju yang harus kamu bawa dapat disesuaikan dengan itinerary perjalanan. Untuk lebih menghemat barang bawaan kamu harus pandai mix match, sehingga bisa jadi 1 rok/celana dapat dipakai 2 hari dengan mengkombinasikan atasan/blouse yang berbeda.


SEPATU/SANDAL
Sepatu/sandal yang dipakai selama travelling harus selalu disesuaikan dengan scedule dan lokasi perjalanan yang akan kita tempuh. Jika harus menempuh perjalanan (berjalan kaki) cukup jauh maka sandal/sneaker lebih direkomendasikan karena kaki akan terasa nyaman dan tidak sakit/lecet. Travelling di musim dingin kita dapat memakai boot yang memang tahan terhadap air dan mempunyai alas yang bergerigi. Karena salju dari jauh terlihat keras padahal pada saat diinjak dapat menjadi air yang meresap ke dalam sepatu yang menyebabkan jari-jari kaki beku dan kaku bahkan bisa kram. Alas sepatu yang bergerigi membuat kita tidak “slip” pada saat berjalan di salju. Kadang kebiasaan wanita Indonesia adalah tetap menggunakan sepatu hak tinggi (agar terlihat modis) atau selop (karena ingin santai dan nyaman) saat bepergian.This is a Big NO! Selain kaki akan sakit dan lecet setelah berjalan jauh.

Saya pernah bepergian dalam suatu group travel dimana ibu-ibu membawa sepatu 5 – 6 pasang. Setiap hari berganti-ganti agar terlihat modis, menurut hemat saya prinsip ini kurang tepat, karena travelling bukanlah ajang fashion show, semua harus mementingkan kepraktisan dan kenyamanan. Pakailah sepatu yang nyaman dan aman sesuai itinerary trip, dan apabila ingin membawa cadangan cukup bawalah 1 pasang saja sebagai persiapan siapa tahu sepatu kita basah atau terjadi sesuatu terhadap sepatu kita. 


PERLENGKAPAN MANDI
Meskipun pada zaman ini biasanya setiap hotel telah menyediakan perlengkapan mandi mulai dari sabun, shampo, pasta gigi bahkan handuk, namun kita masih perlu membawa sebagai persiapan untuk jaga-jaga saja andai hotel tidak menyediakan atau memang kita tidak cocok memakai yang telah disediakan hotel. Untuk sabun dan shampoo cukup bawa yang sachet supaya tidak terlalu berat dan praktis, jika tetap membawa perlengkapan mandi botolan usahakan tidak melebihi 100 ml setiap botolnya. Kalau kira-kira berat botol melebihi 100 ml, sebaiknya di letakkan di bagasi dengan plastik bersegel. Karena maskapai manapun tidak memperbolehkan membawa cairan yang melebihi 100 ml untuk dibawa ke kabin. Untuk handuk sebaiknya bawa satu handuk ukuran sedang dari bahan kain tipis dan satu handuk berbahan kanebo yang praktis karena cepat kering, ukurannya kecil.


PERLENGKAPAN IBADAH
Jangan lupa bawa oerlengkapan ibadah bagi yang mau beribadah selama melakukan perjalanan, ibadah sholat adalah wajib dilakukan meski dalam perjalanan jauh (musafir). Tidak ada “excuse” untuk tidak sholat dengan alasan sedang dalam “travelling”

TISSUE KERING DAN TISSUE BASAH
Bawa tisu kering dan tisu basah karena rata-rata toilet di luar negeri tidak menyediakan shower/selang air pembasuh seperti di toilet-toilet di Indonesia atau Negara-negara asia lainnya.Tisu-tisu tersebut akan sangat membantu kebersihan diri kita.


SUNBLOCK
Sunblock tak hanya berfungsi untuk menghindari kulit yang menghitam. Lebih penting lagi, sunblock diperlukan untuk mencegah kanker kulit. Selama traveling, Anda akan banyak 'berurusan' dengan sinar matahari. Apalagi, kulit wanita lebih rentan terhadap sinar ultraviolet. Pakailah sunblock SPF 50 khusus wajah dan tubuh. Selalu bawa di dalam ransel ya!

HAND SANITIZER
Saat traveling, kuman tak bisa dihindari. Bagi wanita, kuman dan bakteri adalah salah satu ketakutan saat traveling. Kuman dan bakteri ada di mana-mana, mulai dari wastafel toilet sampai pegangan tangan di transportasi umum. Oleh karena itu, wajib hukumnya membawa hand sanitizer untuk membunuh kuman di tangan. Bawalah selalu hand sanitizer di tas kecil Anda. Hal ini agar hand sanitizer selalu dibawa walaupun tas ransel ditinggal di hotel tempat menginap.

PANTYLINER DAN PEMBALUT
Saat traveling, kebersihan daerah kewanitaan harus tetap terjaga. Pakailah pantyliner dan gantilah 2-3 kali sehari. Selain itu, Anda juga harus membawa pembalut untuk jaga-jaga kalau datang bulan mendadak datang.


OBAT-OBATAN
Bawa obat-obatan pribadi sehingga kalau (misalnya) mendadak sakit ringan di negara orang, kita punya persediaan obat. Obat-obatan yang biasa dibawa antara lain: Koyo, Hansaplast, Tolak Angin, Obat Pusing, Obat Demam , Obat Diare, Freshcare/ Minyak kayu putih dan. Obat-obatan pribadi lainnya


Sebenarnya ada satu tips tambahan, yaitu: Anda tidak perlu repot-repot menjadi sinterklas dengan membelikan oleh-oleh untuk semua orang yang Anda kenal. Percayalah, Anda akan repot sendiri kalau melakukan hal ini. Bukannya saya mengajarkan Anda untuk pelit, Tetapi bijaksanalah saat berbelanja oleh-oleh di luar negeri. Disamping itu batasan maximum bagasi yang diperbolehkan juga harus menjadi pertimbangan mendasar dalam berbelanja. Semoga sharing informasi dan tips ini dapat bermafaat Selamat travelling!

@Arriving terminal Ataturk Airport

Thursday, 31 March 2016

AMAZING TURKEY DAY 9 TAKSIM SQUARE, SULEMANIYE CAMII, GRAND BAZAAR

Jum'at, 04 Maret 2016

Yuhuuu...ini hari terakhir travelling kami. Senengnya mau pulang ke kampung halaman. Bener juga ya kata pepatah sejauh-jauhnya burung bangau terbang pasti akan pulang ke kubangan juga. Beres dandan dan meletakkan koper di depan pintu kamar, aku dan mbak Diba langsung ke resto hotel yang terletak di lantai 7. Karena hotel berkelas maka restonyapun terlihat luxury bangets. Tapi tiba-tiba jadi rada shock waktu mau ambil menu ternyata dideretan sajian itu disana sini tersaji juga “PORK” alias babi. Audzubillah...! Biarpun dipasang tanda mana sajian pork atau bukan agar kita gak salah ambil tetap saja jadi ill feel. Langsung eneg, kebayangkan panci yang dipakai buat masaknya gak mungkin dipisah-pisah.

Aku langsung pindah ke meja lain yang cuma menyajikan buah, ambil salad buah dan ke meja sebelah yang terdapat sajian roti. Ambil 1 roti puding. Takut banget aku mendekati meja yang ada pork, padahal disitu tersaji sosis, telur dll. Gak ah...mending puasa aja. Inilah kalau hotelnya skala international. Kemaren-kemaren biasa-biasa aja dan halal, karena hotelnya tradisional dan Turki banget, jadi menunya halal secara orang muslim. Hadehhhh...

Setelah makan kami langsung ke lobby dan siap berangkat, meski peserta yang lain belum ada yang muncul. Lumayanlah bisa foto-foto dengan mbak Diba yang harus pisah karena dia harus melanjutkan perjalanannya ke Dubai. Jam 8 akhirnya kita kembali melaju untuk melanjutkan perjalanan hari terakhir ini.

Lobby Hilton Park SA Hotel, with my roomate mbak Diba


TAKSIM SQUARE

Taksim Square terletak di Istiklal street adalah pusat perbelanjaan di istanbul.  Di kiri dan kanan jalan kita bisa menemukan toko barang-barang mewah/branded, cafe, bar, galeri, restaurant, dll. Tidak heran jika jutaan pengunjung selalu memenuhi istiklal street ini setiap hari hingga malam nya

Diiringi hujan yang lumayan lebat (karena memang gak bisa dibilang rintik, buktinya bajuku basah kuyup sampai ke dalem-dalemnya) kami berjalan kaki menyusuri jalan ke Taksim Square. Kami di drop di depan Starbuck coffee dan diberi waktu 2 jam buat belanja. Saat sampai ke sini ditengah hujan yang lumayan lebat dan sebagian besar pertokoan belum buka. Jadilah kami seperti anak jalanan yang terbengong-bengong dipinggir jalan karena sangat sulit mencari tempat berteduh. Belum lagi dinginnya hembusan angin yang sangat mengigigit. (Sungguh terlalu..! Schedule ini sama sekali tidak memakai perikemanusiaan dan perhitungan. Aku beristighfar berulang kali untuk meredakan rasa sebalku dengan kondisi ini. Apakah Ramazan tidak memperhitungkan pertokoan masih belum buka karena terlalu pagi? Apakah Ramazan tidak bisa merasakan hujan dan dingin sedangkan tidak ada tempat buat berteduh sama sekali. Ya iyalah dirinya sendiri memakai payung kok. Keterlaluan sekali!).

Schedule ini dibuat seakan untuk memenuhi target day yang ditetapkan untuk trip kami saja. Astaghfirullah..! Memang di 2 hari terakhir aku melihat sepertinya Ramazan sudah agak lelah dan tidak begitu telaten lagi dengan servicenya dia. Mungkin dia lelah seperti kami juga lelah? Hmmm bener juga terlalu panjang untuk trip 10 hari, yang maksimum adalah 7 hari saja.

Kami berempat (plus bu Andi Sukma yang ikut gabung bersama kami) seperti orang linglung mencari pertokoan yang sudah buka, tetapi ya memang belum ada. Akhirnya perlahan kami menyusuri pertokoan ditemani hembusan angin dingin dan tepisan air hujan, kalau mau mengeluh sebenarnya seluruh bajuku ini sudah basah dari ujung kepala sampai ujung kaki, tetapi aku diam dan tak mengeluh aku senantiasa beristighfar untuk meredakan kejengkelan terhadap schedule ini. Setelah hampir setengah jam lebih luntang lantung gak tentu arah, akhirnya aku lihat ada 1 toko kecil yang buka kami mampir dan melihat-lihat. Toko ini menjual pasmina, square jilbab, topi pucut, syal dll. Aku membeli beberapa helai pasmina, square jilbab, syal dan topi untuk oleh-oleh teman kantor. Masih asyik memilih tiba-tiba beberapa peserta lain, kak Tina, mbak Ris , mbak Nuke masuk dan ikut membeli juga.

Berlindung dari hujan

Keluar dari toko ini mulai banyak toko yang sudah buka. Aku sempat masuk ke toko pakaian, ingin sekali membeli coat panjang yang sering dipakai wanita Turki, sudah lama kuimpikan karena gaya pakaian ini sesuai dengan tuntunan pakaian syari, panjang dan tak membentuk badan. Sepakat dengan harganya senilai 280 TL/pcs aku malah mau beli 2 sekaligus, tapi pas dicobain ternyata sempit dibagian ketiaknya, badannya sih pas. Masa sih? Padahal itu sudah nomer paling besar loh, dan warnanya maroon serta dark tosca, aku sudah kesengsem banget. Sedihnya....! Aku tetep maksa penjaga toko cariin 1 nomer lebih besar (“ihhh...perasaanku wanita Turki itu badannya gede-gede kok mereka bisa ada coat yang cukup, aku kan gak gede-gede amat .....”, rajukku). Ngotot banget ya aku kalau sudah suka.... Tapi tetep penjaganya bilang maaf ibu itu sudah size yang paling besar. Hiks...aku keluar toko dengan sedih! Soalnya aku tuh jarang langsung suka ke suatu barang, nah kalau sudah suka artinya suka banget. Yo wis lah bukan rezeki.

Monumen of Republik
Alun-alun Taksim Square 

Kami masuk ke toko sepatu yang didepan tokonya tertulis sale up to 70%. Kulihat banyak sepatu boot yang dijual. Aku dan bu Sukma berkeliling melihat-lihat sepatu yang didisplay, sedangkan Sapta dan Kota terduduk di kursi yang tersedia di dalam toko (mungkin mereka lelah! :D). Tak lama kami berkeliling mencari, kak Tina dan mbak Ris juga masuk toko. Aku mendapatkan beberapa sepatu yang model dan harganya pas untukku. Kebetulan boot kesayanganku ini agar pudar warnanya karena kena salju di Uludag kemaren. Akhirnya aku membeli juga 2 pasang sepatu. 1 pasang boot untuk persiapan Europe Travelling next November dan 1 lagi sepatu wedges buat ke kantor. Aku menawari Sapta dan Kotada untuk memilih sepatu, tapi mereka menolak, “ngapain mending beli di Indonesia!”, jawabnya. Good rasa nasionalis kalian sama dengan saya.

Yup...sudah yok karena waktu yang disediakan sudah habis. Kami segera ke Starbuck cafe sementara beberapa peserta lain juga sudah ngumpul. Akhirnya kami kembali menyusuri jalan ditemani hujan rintik yang cukup lebat dan membuat baju kuyup menuju tempat bis kami mangkal. Itinerary selanjutnya adalah masjid Sulaiman.


MASJID SULAIMAN
Masjid Raya Sulaimaniah adalah sebuah masjid peninggalam kekaisaran Ottoman yang terletak di Bukit ketiga Istanbul, Turki. Masjid ini adalah masjid terbesar di kota, dan salah satu objek wisata paling terkenal dari Istanbul. Masjid Raya Sulaiman dibangun atas perintah Sultan Sulaiman. Dia meminta tolong pada seorang arsitek bernama Mimar Sinan, seseorang yang dianggap jenius di bidang arsitektur. Pembangunannya dimulai tahun 1550 dan berakhir pada 1558.

Masjid Sulaiman

Desain arsitektural masjid ini menggabungkan elemen struktural bangunan Islam dengan Bizantium. Bangunan berdiri tinggi, dengan menara yang ramping, kubah besar yang juga didukung oleh setengah kubah dalam gaya gereja Bizantium Hagia Sophia. Desain Sulaimaniah menurut Sultan Suleyman sendiri menjadi bangunan Solomon kedua, sebab referensi kubah batu yang dibangun di atas kuil Solomon, yang sangat dibanggakan oleh kaum Justinian sangat mirip dengan kubah di masjid tersebut. Bangunan ini, sampai sekarang tetap menjadi simbol kota.

Attic of Sulemeniye Camii
Halaman masjid yang terik tapi dinginnya menusuk hati dan tulang
Ditempat yang sama landscape
Aku sudah lelah...
Tempat water treatment, aku berteduh
View di sekitar Sulemeniye Camii dimana sisi Asia dan Eropa bertemu
Entah apa nama tempat ini gak tahu karena sejak masuk di masjid ini Ramazan tidak memberikan cerita apapun

Seperti masjid kekaisaran lainnya di Istanbul, masjid itu sendiri memiliki halaman depan yang cukup monumental (Avlu) di sisi baratnya. Halaman Sulaimaniah menunjukkan keagungan yang luar biasa dengan peristyle bertiang dengan kolom marmer, granit, dan porfiri. Desain interior masjid hampir berbentuk persegi yang berbentuk ruangan yang luas. Kubah diapit oleh semi-kubah, bagian utara dan selatan berbentuk lengkungan dengan jendela tympana penuh, didukung dengan monolit porifiri besar. Dekorasi interior sangat halus, dengan menggunakan Ubin Iznik yang ditata dengan sangat teratur. Mihrab terbuat dari marmer putih dan mimbarnya didesain utnuk tampil sederhana, terbuat dari kayu, gading, dan mutiara.

Di taman belakang masjid utama ada dua makam. Di dalam makam itu disemayamkan jenazah Sultan Suleiman I, istrinya Hurrem Sultan dan putrinya Mihrimah Sultan, Sultan Sulaiman II, Ahmed II, dan Sliha Dilasub Sultan, dan Safiye Sultan (wafat tahun 1777), putri dari Mustafa II. Mereka semua dimakamkan di sana. Di luar tembok masjid, di sisi utara terdapat sebuah makam, itulah makam arsitek Sinan yang memerbaikai masjid hingga nampak seperti sekarang.

Dari pelataran parkir kami masih harus menyusuri jalan menanjak yang cukup jauh untuk sampai ke masjid Sulaiman, tetapi gembiranya cuaca sudah mulai bersahabat matahari mulai menampakkan sinarnya. Lumayanlah bisa bikin bajuku agak kering. Sesampai di pelataran mesjid kak Tina memaksa untuk segera ditunjukkan dimana letak toilet karena sudah kebelet. Akhirnya sebagian peserta juga menuju toilet, sekalian berwudhu.

Pengunjung masjid ini cukup ramai, karena hari ini hari Jum’at. Hari Jum’at adalah hari besar bagi negara Islam. Ramazan segera menunjukkan pintu masuk untuk jamaah pendatang (foreigner), ternyata di masjid ini dibedakan pintu masuk untuk pendatang dan penduduk lokal. Aku masuk bersama kak Tina sedangkan peserta lain entahlah ada dimana. Belum terlalu penuh jamaah yang ada. Aku mendapat tempat yang masih lumayan lega sehingga masih bisa memilih tempat yang aku suka. Seketika setelah mendapat tempat aku melaksanakan sholat tahyatul masjid. Hmmm...lucunya ibu-ibu disebelahku ini bergeser menjauh, karena ketika dia mepet denganku dia rasakan bajuku yang basah bangets... Inilah bu nasib schedule kami hari ini... kuyup! Tapi alhamdulillah aku tidak masuk angin. Nasib...ikut group travel! (Ayo...gak boleh jengkel Esi!)

Bubar sholat sempet mejeng sejenak
Ditempat yang sama tapi opposite

Usai sholat Jum’at (ini sholat Jum’at yang kedua selama aku di Turki, pengalaman berharga buat aku). Aku segera ke pintu keluar, cukup padat dan berdesakan. Aku memilih duduk diundakan di dekat tangga keluar untuk dapat memakai sepatu bootku yang cukup sulit untuk dikenakan kembali. Ketika asyik memakai sepatu aku menunduk dan tidak melihat sekelilingku, tiba-tiba seseorang duduk dan nempel banget dengan aku. Aku terlonjak kaget dan langsung berdiri menjauh karena dengan gaya busana bagian bawahnya yang memakai celana jeans aku menyangka orang tersebut laki-laki. Orang tersebut juga merasa kaget karena aku berlari menjauh. “Oh...sorry” teriaknya. Aku terpana karena ternya orang tersebut seorang gadis muda berjilbab yang sangat cantik . Anak itu langsung memeluk aku sebagai permintaan maaf atas ketakutanku.
“I am really sorry...”
“Its okay... I think you are a man” jawabku
Dia tersenyum.
“Oh yeah... really”, tanyanya tak percaya
“Yeah...I just look you from the bottom, your pants”

Akhirnya kami ngobrol sesaat, dia berasal dari Azarbaijan. Nah loh aku agak bingung juga...negara mana tuh. Seneng sekali bisa ngobrol dengan anak ini bahasa Inggrisnya lancar dan bagus, jadi nyambung banget, dia seorang mahasiswa yang sedang belajar di Turki. Kembali dia memeluk dan mencium pipiku kiri kanan. Seneng sekali ketika dia memanggilku mom... Uhuuuu.... inget Nabila jadinya!

Aku segera ke halaman masjid yang dijanjikan Ramazan untuk kembali berkumpul. Peserta lain juga sudah kumpul dan sangat sibuk foto-foto. Aku sendiri sudah sangat letih dan kehilangan semangat buat foto-foto. Sapta saja yang berusaha motoin aku secara candid. Huft.....!

Pemakaman sultan-sultan. Raja Sulaeman dan Hurem seperti dalam film Abad Kejayaan juga dimakamkan disini

Jam sudah menunjukkan jam 1 lebih ketika kami keluar dari masjid ini dan masih harus berjalan kaki cukup jauh menuju parkiran bis diterik matahari. Perutku sudah sangat perih malah sampai hampir mau muntah karena lapar (sarapan di hotel tadi pagi sekedarnya saja gara-gara ill feel ada pork). Tujuan selanjutnya memang adalah makan siang di suatu resto yang menyajikan menu masakan China.

Hiphodrome
Lihatlah piringnya licin tandassss....

Masih perlu perjuangan juga, jalan lagi di area Sultan Ahmed, di pelataran Hagia Sophia, Hipodrome. Duh...pengen nangis rasanya. Akhirnya jam 2 lebih 15 menit kita sampai juga di sebuah resto China. Nih mata sudah berkunang-kunang. Menu pertama yang sudah tersaji adalah sop tomyam dan green tea hangat. Seluruh peserta seperti kalap menyantap tomyam... dan rasanya memang enak banget. Masakan Asia memang pas di lidah kita. Dan menu-menu selanjutnya menyusul ludes tandas di meja kita. Apalagi menu ikan tenggiri panggang yang tidak begitu besar itu, tinggal tulangnya doang. Aku mau muntah saking kenyangnya (iyalah ini tanda-tanda maag (asam lambung) sudah naik ke atas , lapar dan pas selesai makan pasti berasa mau muntah. Emang schedule hari ini semuanya menyiksa! Hiks....).

Selesai santap siang kami masih harus berjalan lagi kurang lebih 20 – 30 menitan ke Grand Bazaar yang merupakan schedule terakhir untuk trip kami. Hadehhhh....aku gak suka banget sama yang namanya belanja. Pengen pulang langsung aja ke Indonesia.


GRAND BAZAR
Keluar dari rumah makan China kami menyusuri jalan yang agak menanjak dan lumayan jauh (padahal Ramazan bilang hanya sekitar 10 menitan dan faktanya hampir setengah jam), dan setelah melalui jalan-jalan yang sempit, ramai dan khusus untuk pejalan kaki, akhirnya kami pun sampai di pintu gerbang pasar tertutup terbesar di Istanbul ini yaitu gate 7. Begitu sampai Ramazan memberikan sedikit pengarahan dan estimasi waktu yang diberikan untuk mengelilingi tempat ini.

Aku terkaget-kaget dan berteriak “Innalillahi”, ketika Ramazan mengumumkan bahwa kami diberikan waktu selama 4 jam untuk berbelanja disini. Ya Allah...lama sekali. Waktu 1 jam saja saat di Spice Bazaar aku sudah merasa jenuh dan lama banget, apalagi ini 4 jam. Mau ngapain aja selama itu. Tapi yah...apa boleh buat ini schedule. Saat itu jam 3 sore lewat  jadi jam 7 malam diharapkan sudah kumpul kembali di gerbang gate 7 tersebut. Hmmm....

Kami bertiga masuk, berjalan lenggang dan santai karena memang tidak berniat belanja terlalu banyak. Hanya lihat-lihat dulu, target utama beli pernik si mata biru dalam bentuk apapun untuk oleh-oleh temannya Sapta dan kotada, sedangkan aku masih mencari jilbab atau dompet kecil untuk oleh-oleh teman kantor. Tidak terlalu tergesa kami keluar masuk beberapa toko. Tapi belum sampai 30 menit tiba-tiba kepalaku pusing dan pandanganku berkunang-kunang, wajahku putih memucat. Pemilik toko, Sapta dan Kota terlihat amat cemas. Aku menenangkan mereka dengan mengatakan tidak apa-apa. Pemilik toko memberikan kursi kecil untuk aku duduk. Aku duduk dan setelah tidak pusing lagi aku berdiri dan mengajak Sapta dan Kotada untuk segera keluar dan tak lupa aku mengucapkan terima kasih pada pemilik toko atas kursinya.

Mendung menggantung
Hadehhh.... belum beli apa-apa lagi (aku memang dari masih remaja gak bisa masuk pasar yang padat pengunjung dan tertutup. Inget dulu saat aku masih SMP menemani mamaku belanja ke pasar sayur. Saat itu memang ramai sekali karena besok harinya lebaran, belum juga lama aku pucat pasi dan hampir roboh. Akhirnya aku dinaikan ke becak dan minta dianterin pulang oleh tukang becak itu, sedangkan mama melanjutkan belanja lagi untuk persiapan lebaran. Sejak kejadian itu mama tidak pernah mau ngajak kalau aku mau ikut ke pasar sayur. Hiks...!).

Kami keluar dan bingung mau ngapain, toh masih 2,5 jam lagi. Akhirnya aku memutuskan untuk masuk ke Doge Cafe saja. Cafe tersebut terletak sekitar 2 meter dari gate 7 dan pengunjungnya sangat ramai. Pelayannya sangat ramah mempersilahkan kami masuk. Aku memesan capucino dan French Fries (kentang goreng) karena cuma 3 menu itu yang kami cocok. Fasilitas free wifi membuat kami tidak bosan disitu. Malah sampai 3 kali tambah kentang gorengnya. Setelah istirahat 1 jam lebih kami keluar dan berusaha masuk lagi ke Grand Bazaar, karena toh kami belum dapat barang yang kami inginkan.

Gate 7

Kami masuk lagi ke Grand Bazaar tetapi hanya di bagian depan saja, asal sedapetnya aja dan gak niat untuk mendapat harga murah. Dapat gantungan kunci, dompet dan hiasan dinding mata biru bertuliskan Allah dan Muhammad. Kami segera keluar dan bingung mau istirahat kemana lagi, waktunya tinggal 1 jam lebih. Beruntung sekali saat menunggu di gerbang seorang petugas keamanan berseragam warna navy meminjamkan kursinya untuk aku (apakah aku terlihat lemas sehingga dia mau pinjemin aku kursi). Tak berselang lama peserta lain bermunculan, mbak Evi cs, juga kak Tina dan ibu Sukma. Karena terlihat berkumpul dan agak sedikit heboh petugas kemanan mengusir kami, namun saat aku akan berdiri dia memberi isyarat agar aku tetap duduk aja istirahat gak apa apa katanya. Deuhhhh...baik amat security ini. Aku kembali duduk dan si ibu-ibu pada bubar. Tapi mbak Evi berteriak memanggilku untuk gabung aja, akhirnya kami ikut mereka. Kasiannya nasib kami, berdiri dan ngobrol di depan-depan toko eh diusir oleh pemilik tokonya. Berkali-kali diusir (ih sadis-sadis banget nih ya orang-orang disini. Kasar sekali cara ngusirnya, pake teriak-teriak dengan suaranya yang nge”bass” gitu). Hmmmmm.....

Inside Grand Bazaar
Kami masuk ke sebuah cafe (disebelah kanan Doge cafe tempat kami nongkrong tadi). Beberapa orang memesan minuman seperti jus delima, tapi kami bertiga tidak memesan apapun. Masih terasa kenyang sekali, makan french friesnya sampai 3 mangkok besar tadi. Semua peserta sudah lengkap tetapi justru Ramazan yang tidak terlihat. Ternyata Ramazan pergi bersama Dhana anak gadis pak Ari. Nah gara-gara ini si ibu-ibu ngegosip tentang 2 insan tersebut. Sampai keluarlah cerita tentang malam-malam di Cappadochia dimana sang putri menghilang dan baru pulang ke kamar menjelang pagi....bla...bla... Waduh masa iya sih...? Bah cerita macam apa pula ini?

Aku diam dan beristighfar, tiba-tiba Sapta dan Kotada berdiri dan mengajakku berdiri alasannya mau masuk Grand Bazaar lagi, ditengah jalan mereka menasehatin aku agar gak ikut-ikutan bergossiping ria. Ya iyalah...dosa tahu! Tapi aku sih didalam hati...wah sebuah inspirasi nih kenapa aku gak buat cerpen aja tentang cinta yang hadir antara seorang tour guide dan seorang travellernya. Hmmmm .... dasar otak pengarang!

Kami kembali ke gerbang masuk Grand Bazaar dan berdiri disana, eh....si bapak security yang ganteng tadi tersenyum kepadaku sembari mengisyaratkan apakah butuh kursinya. Aku membalas tersenyum menggelengkan kepala sembari menangkupkan kedua tangan didada, mengisyaratkan aku gak butuh tuh kursi dan terima kasih untuk kebaikannya. Si bapak tersenyum manis lagi (Deuhhh...securitynya aja seganteng ini .. mirip Karim di film Sherazat...masha Allah!). Cukup lama kami bertiga disini, tak lama kemudian Ramazan mendatangi kami mengisyaratkan untuk kumpul.

Laki-laki yang berseragam jas itu security yang baik benget
Selanjutnya kami menuju Warung Nusantara untuk makan malam sekalian sholat Maghrib dan Isya. Karena masih sangat kenyang (efek makan dan nongkrong di Doge Cafe) aku makan sangat sedikit bahkan hampir gak makan sama sekali. Cuma makan bakwan gorengnya saja.

Usai makan malam kami segera melaju ke bandara Ataturk. Sesampai di bandara , kulihat bandara tidak ramai (hmmm...sepertinya memang tak banyak wisatawan yang berani ke Turki, karena saat kedatangan juga terlihat sepi saja). Kesibukan group terjadi disini. Ibu-ibu yang sangat maniak dalam shopping mulai repot karena harus repacking kopernya masing-masing. Barang-barang yang membludak setelah seharian ini mengunjungi Taksim square dan Grand Bazar, malah ada beberapa orang yang mulai khawatir bagaimana menghadapi masalah “overweight”. Ibu Winda yang mendatangi kami untuk meminta jatah bagasi kami, karena koper kami sama sekali gak nambah beratnya dari awal. Bener aja kami gak beli apa-apa yang ada hanya souvenir-souvenir kecil si mata biru, jilbab dan sepatu. 2 kilo aja gak nyampe kali ya...hahaaaa....! Aku dengan senang hati mengiyakan permohonannya. Segera setelah memasukan sepatu dan jilbab yang tadi kubeli ke dalam tas kabinku yang memang kosong, aku segera melihat-lihat suasana bandara sambil foto-foto sedangkan yang lain sibuk repacking.

Last moment sebelum ke bamdara
Hmmmm... memang tujuan orang travelling itu berbeda-beda. Untuk diriku pribadi tujuan travellingku sama sekali tidak mencantumkan item shopping. Shopping itu hal yang sangat memualkan bagiku. Pertama untuk apa membeli hal-hal yang tidak urgent (bukankah dalam syariat dinyatakan hal yang mubazir itu sama dengan syetan dan berdosa), kedua memang aku gak punya budget buat itu (untuk biaya travel aja aku harus nabung selama 1 tahun), ketiga aku sangat mencintai Indonesia andai aku mau buang devisa ngapain harus ke negara orang lain, keempat produk LN jauh sangat mahal, sebagai contoh saja saat di silk market square jilbab sutra seharga 280 TL dan kalau dikalkulasikan ke rupiah adalah sekitar 1,5 juta rupiah. Hanya jilbab??? Semahal itu? Mendingan aku beli jilbab desainer terkenal Dian Pelangi yang kualitasnya sudah mendunia paling mahal sekitar 300 ribu rupiah. Masuk akalkan kalkulasiku?

Kecerdasan emosi memang harus ditingkatkan. Karena pandai mengelola emosi dan memandang segala sesuatu dari sisi manfaat itu sangatlah penting. Manfaatnya terlihat kok secara nyata, lihat aja tuh ibu-ibu sibuk dengan koper dan bagasi sejak dari hari pertama travel hingga sampai di bandara saat mau masuk pesawat. Ini terpampang nyata loh coba bayangkan aku kasian sekali melihat teman sekamarku yang setiap malam selalu pusing dan bingung ngatur koper untuk menempatkan belanjaannya (sedangkan aku sampe kamar hotel, mandi, sholat, keluarin baju buat besok, nyusun baju kotor dan langsung tidur). Dan pada saat di bis aku lihat bu Winda cs sibuk nyusun hasil belanjaannya (dan aku masih bisa senyum-senyum bbm-an dengan teman atau malah tidur). Yah...hidup itu pilihan...dan diri kita pribadilah yang memilihnya untuk kita.

Akhirnya jam 1.30 waktu Istanbul pesawat kami lepas landas meninggalkan bandara Ataturk. Selamat tinggal Turki negeri secantik bidadari. Banyak hal yang dapat dibawa dan dijadikan pelajaran selama perjalanan ini. Tentang keindahan ciptaan Allah, tentang budaya dan peradaban, tentang sistem pengelolaan pariwisata negara lain dan yang paling penting aku banyak belajar tentang bagaimana cara yang baik kita berinteraksi kepada sesama. Harus sabar, tidak menyakiti dan paling penting tepo seliro. Aku menjadi tahu dan aku janji tidak akan melakukan segala seuatu yang telah dilakukan orang lain yang membuat aku tersinggung, tidak nyaman dan di”neglecting”. Insha Allah aku bisa berkaca dengan semua itu sehingga bisa menjadi pribadi yang lebih baik. Amin....

Mungkin akan kembali lagi ke Turki di season yang berbeda. Musim semi mungkin? Disaat Tulip bermekaran disana sini. Insha Allah. Tapi yang jelas bukan dalam waktu dekat karena Mei sudah rencana travel ke China 5D 4N dan November travel ke Europe 11 days 10N. Sedangkan tahun 2017 ingin umroh Ramadhan sekalian ke masjidil Aqso di Palestine. Yah...bermimpilah karena dengan mimpi kamu akan punya kekuatan untuk mencapainya.