Thursday, 18 February 2021

TAMAN BUNGA CELOSIA SPRINGHILL

Sudah jadi kebiasaan aku bila  ada sesuatu yang lagi viral,  andai itu makanan  aku wajib ngerasain dan jika itu tentang lokasi wisata so pasti wajib dikunjungi. Destinasi wisata terbaru di kota Palembang yang lagi hits saat ini adalah "Taman Bunga Celosia" di Springhill Alang-alang Lebar Talang Kelapa Km 12. Foto-fotonya sudah beredar dimana-mana... Hmmm... penasaran banget dah. Pernah membuat janji dan rembukan dengan beberapa teman untuk bareng-bareng mengunjungi destinasi wisata ini. Schedule sudah dibuat bahkan berulangkali sudah direschedule. Pertama kali direncanakan tanggal 23 Januari 2021 namun batal, taman ini ditutup sementara karena ada renovasi. 

Lantas direncanakan ulang tanggal 13 Februari 2021. Sudah fix, dan saya sempat menolak beberapa kali teman lain yang ngajak kesini. Tapi orang-orang yang saling berjanji ingkar. Bete rasanya tiba-tiba melihat mereka yang pernah janjian itu ujug-ujug posting foto-foto mereka sudah mejeng disini. Hufth... mau bilang apa coba???

Ya sudah lah... aku bisa apa. Tapi aku bicara pada hatiku aku nanti pasti kesini entah kapan. Dan mulailah berbincang-bincang dengan Atun. Sama-sama curhat sih karena senasib ditinggalkan kawan. Kami coba bernegoisasi untuk mewujudkan rencana ke Taman Bunga Celosia di hari libur Imlek tanggal 12 Februari 2021. Meski sebenarnya di hari itu  kita berdua sama-sama penuh schedule,  namun demi Celosia  dipaksa harus ngedelete beberapa schedule yang sudah ada. Nekad ..... kami sepakat biarin pergi berdua aja gak apalah. Masalah foto-foto nanti toh bisa bergantian aja. Atau kalau pengen foto berdua toh bisa minta tolong pengunjung lain. Namun aku tetap iseng nawarin Ratna salah satu anggota rombongan yang juga ditinggal. Alhamdulillah Ratna mau ikut... dan jadilah kami pergi bertiga. Senenglah makin rame kan makin seru di fotonya. Gak cuma sorangan doang minimal kalau gantian berduaan. Hehe...

Satu PR lagi nih buat kita. Agak rieweuh cara pergi kesananya. Kan lokasi rumah Ratna dan Atun terpiisah lumayan jauh letaknya. Sedangkan aku yang menjemput tak begitu hapal jalan (maklum wanita rumahan jadi jarang jalan). Yang aku tahu cuma rumah Atun karena pernah ke sana sekali. Bilang tahupun masih bakal meraba-raba. nanti. Secara aku adalah orang yang tak mudah hapal jalan. Dan akhirnya keputusannya ngumpul di rumah Atun.

Singkat cerita kami sampai juga ke Celosia Springhill. Yuhuuu...akhirnyaaa.... Untuk masuk ke lokasi pengunjung harus membayar tiket masuk seharga Rp. 20.000,- per orang. Untuk parkir berbayar seharga Rp. 5.000,- yang dibayar langsung saat masuk. Di zaman pandemi Covid-19 ini jumlah pengunjung masuk dibatasi. Entah aku kurang tahu secara pasti berapa jumlah yang diperbolehkan masuk. Jadi pakai sistem antri. Setiap pengunjung diberikan waktu 1 jam. Kebetulan kami datang masih sangat pagi jam 9.00 jadi tidak harus ikut antri mengantri, langsung masuk aja... Dududu... pepatah First Come First Serve itu berlaku banget yaaa...

Masuk ke lokasi aku langsung kegirangan melihat hamparan bunga warna-warni yang didominasi warna merah dan kuning. Bagus dan indah sekali...... menurutku. Pengunjung masih lumayan sepi dan udara belum begitu terik. Aku exited dan lincah sekali  muter-muter sana sini. Namun belum sejam aku sudah merasa capek, pusing dan haus sekali. Berhubung pengunjung mulai ramai dan cuaca mulai mendung kami memutuskan pulang. Baru beberapa langkah kami keluar tiba-tiba hujan turun sangat deras. Kami sempat mampir makan siang di kedai dekat lokasi lumayan enak dan murah meriah. Alhamdulillah Allah memang merestui kami ke sini. 

Sebagai review lokasi wisata ini ada beberapa yang menurutku masih harus di benahi seperti jalan-jalan dilorong-lorong taman itu mesti dibuat lebih baik. Saat ini kondisinya masih berwujud tanah liat yang lunak. Jika hujan akan jadi becek dan berlumpur. Harusnya ditanami rumput atau dipasang conblock. Jadi biarpun hujan pengunjung tetap nyaman. Semoga lokasi wisata ini terus bisa dibenahi dan dipertahankan. Aset ini sangat potensial...

Spot terfavorite Kincir Angin

Lihatlah hamparan bunga itu hmmm.. indah sekali

Rumah liliput

Ini spot aku gak suka karena ada space tanah yang kosong gitu jadi jelek viewnya. Coba kalau ditanami rumput gajah mini. Pasti keren

Tuh lihat lorongnya masih tanah liat

Monday, 25 January 2021

JEMBATAN MUSI VI

Kalau sudah ketemu Sri pasti heboh dan dari obrolan iseng diusulkannya untuk ke Jembatan Musi VI yang akhir-akhir ini sedang hits sekali. Aku sih langsung bilang ayooo... karena sebenarnya aku memang ingin banget ke sini. Mumpung ada Sri yang sifatnya terkenal berani dan nekad. Jadi...akhirnya kami sampe juga ke Jembatan yang lagi hits saat ini. Jembatan yang fungsinya tempat lalu lalang namun saat ini berubah fungsi jadi destinasi wisata. Rame.... sekali.

Jembatan Musi VI sepanjang 925 meter yang menghubungkan Kelurahan 32 Ilir dan Kelurahan 3-4 Ulu di Kota Palembang mulai dilintasi kendaraan. Sebelumnya jembatan itu diresmikan Gubernur Sumsel pada 30 Desember 2020.

Pemprov Sumsel membuka Jembatan Musi VI pada Rabu (6/1) sore. Ratusan masyarakat langsung melintasi jembatan dengan berjalan kaki, bersepeda, sepeda motor, maupun mobil pribadi yang diatur ketat personel dishub dan polisi.

”Untuk kendaraan tonase berat belum boleh melintas,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumsel Darma Budhi seperti dilansir dari Antara saat meninjau operasional Jembatan Musi VI.

Tingginya antusias warga memaksa personel kepolisian harus berkali-kali patroli guna membubarkan pengendara yang berhenti di atas jembatan untuk berswafoto karena menimbulkan kemacetan. Selain itu, agar tidak menimbulkan kerumunan.
Meski proses pengerjaan jembatan berbiaya Rp 548 miliar itu sudah selesai, menurut Darma Budhi, akses dari dan menuju jembatan itu masih harus diperluas agar terhubung dengan jalan raya di Seberang Ilir serta Seberang Ulu.

Panas-panas lupa bawa sunglasses oke aja..yang penting happy

Memang keren kok konstruksi jembatannya dibanding Jembatan Musi IV


Pas bagian tengah konstruksi jembatan lebih keren lagi

Biar mobil melaju masih kurang puas aku foto lagi

 

RESTO CAFE KOLAM SUSU

Banyak berteman memang merupakan hiburan dan penyegar hati meskipun harus tetap bersiap dengan kemungkinan yang kurang baik yaitu teman dengki yang iri yang berujung benci. Cuekin aja sih yang beginian dan  tetaplah mengambil sisi positifnya. Semua pasti ada kebaikan. Ya begitulah sejak adanya WA Messanger lalu bisa menemukan lagi berita terkini teman-teman lama termasuk teman ssat aku kerja di PT. Dexa Medica dulu. 

Terhitung ini kali yang ke-3 kami gathering untuk melepas kangen. Jakbaring week end, lalu Cafe Dalu dan ini kembali jumpa di Resto & Cafe Kolam Susu di daerah Sekojo ujung. Ide ingin ngumpul bareng pertama muncul adalah dari Sriwati. Dia mengusulkan untuk mengunjungi lokasi wisata baru yaitu Spring Hill, semacam taman bunga buatan yang berwarna warni di daerah Talang Kelapa. Rencana sudah dibuat Sabtu tanggal 23 Januari. Namun masih sekitar 2 minggu hari H tiba-tiba taman bunga Springhill ditutup sementara karena dalam masa rekrontruksi. Entah apa penyebabnya..namun menurut info taman tersebut jadi rusak. Bunga-bunganya hancur terinjak-injak pengunjung. Wallahualam...

Kadung niat sudah dibuat Sri tetap ngotot untuk mewujudkan rencana semula, hanya saja lokasinya saja digeser. Muncul ide untuk ke BKB atau Punti Kayu. Ketika ditanya aku langsung nolak ke BKB, panasnya itu lohhh.. lagian agak kurang aman nampaknya. Jadi pilihan terakhir yaitu Punti Kayu. Namun Atun dan ada yang lain juga menolak ke Punti Kayu karena sudah bosan karena terlalu sering kesana. So...jadi gak nih mau gatheringnya???

Muncullah ide dari Atun untuk ke lokasi wisata baru yaitu Cafe & Resto Kolam Susu yang berlokasi di Sekojo Ujung. Akhirnya meski ragu semua setuju. Dari seluruh peminat pada akhirnya yang datang hanyalah kami berempat...hmmm.

Resto & Cafe Kolam Susu adalah sebuat tempat makan yang menyandang konsep wisata kuliner yang menyajikan tempat makan mengikuti trend kekinian berupa pondok-pondok kayu beratapkan rumbia (mirip-mirip Tegal Mas atau Danau Suji begitulah). Di tempat ini tujuannya adalah makan dan nyantai Ada fasilitas kamar mandi, mushollah, karaoke. Lumayan juga sih... buat refreshing akhir pekan. Tempatnya enak kok meski masih gersang karena tanaman dan pohon-pohon yang baru ditanam belum tumbuh besar namun semilir angin berhembus membuat tempat ini jadi nyaman dan sejuk.

Bilik kayu...

Danau buatan dan pondok kayu beratap rumbia




Namun sayangnya menyandang konsep resto & Cafe tempat ini belum bisa memnuhi target kepuasan pelanggannya karena variasi sajian menunya masih sangat terbatas pada menu nasi dan ayam serta ikan doang. Yang cara memasaknya tidak begitu kreatif. Andaikan pengunjung datang di sore hari atau pagi jelas tak mungkin untuk memesan menu nasi. Cobalah ada makan kecil seperti pempek, tekwan, mie ayam, bakso atau yang sejenisnya. pasti lebih keren...

By the way..kami cukup happy kok refreshing di sini kemaren. Seperti kata Sri, "Mudah untuk membuat ibu-ibu bahagia tuh, cukup ada payung warna warni dan bisa foto-foto untuk update status sudahlah itu". Wkwkwkw....

Mejeng dulu sebelum pulang


Friday, 22 January 2021

KEJUTAN DI PAGI 15 JANUARI.

Pagi ini 15 Januari 2021 adalah hari pertambahan usia dan berkurangnya sisa umur. Seperti dulu-dulu juga bagiku biasa saja, namun memang evaluasi diri harus dibuat semakin kencang. Sudah 55 tahun berarti waktu yang tersisa semakin sedikit, jadi berdo'a saja untuk mendapatkan sisa umur yang penuh berkah. Itu aja sih yang selalu aku lakukan disetiap pertambahan umur. Namun tahun ini bedaaa. Kaget banget pagi-pagi Yossie dan Anna tiba-tiba datang ke rumah saat aku masih pake sarung dengan muka sembab alias muka bantal. Bawa kue dan cekakak cekikik masuk Subhanallah seumur hidup baru kali ini pas Ultah dibuat seperti ini. So sweet banget Yossie dan Anna. Jazakillah khoir ukhti fillah.

15 JANUARI
Terasa waktu yang memburu, hari demi hari telah berlalu.
Ketika dentang jam mengumandangkan tahunpun akan berganti.
Langit, cakrawala dan matahari menyela lirih tanpa penat melewati waktu yang terlalui.
Aku menyemai lirih...menenggak liur yang tersekat.
Panjang hari yang terlalui itu berapa besar tabungan yang telah kuinvestasikan untuk menempuh masa depan yang sesungguhnya? Tabungan untuk bekal kehidupan abadi.
Allahu Rabbi tengadah tangan memohon ampun dan limpahan karunia bimbing aku dalam jalan yang KAU ridhoi agar investasi perjalanan ke keabadian ini makin berbunga...

 


 

Berakhir disini hari ini "Rumah Makan Gemericik"





Friday, 27 November 2020

SURGA TERSEMBUNYI DI BPTU SEMBAWA

"Jika cerita itu tentang persepsiku, semua positif thinking. Awan hitam bergumpal gumpal, padang savana penuh kotoran sapi semua selalu indah dimataku, akan selalu pipi ini memerah merona bersemu bahagia disertai teriakan tasbih dan Masshaa Allah dari bibirku,  jika itu bicara tentang landscape membentang. Maka cameraku akan bicara dengan anglenya".

BPTU dan HPT Sembawa adalah Lembaga Pemerintah yang mempunyai fungsi sebagai lembaga penelitian untuk menyediakan dan menghasilkan bibit ayam, sapi dan hijau pakan ternak yang berkualitas dan berkelanjutan. 

Awalnya lihat foto temanku Ida di halaman FB nya. Aku segera komentar aduhhh.. pengen kesitu. Dijawab ini lokasi bukan untuk wisata, gak sembarang orang bisa masuk. Dan jleb... hati ini kecewa. Namun...jika Allah menghendaki akan ada seribu jalan. Gak disangka tiba-tiba aja Ida teman lamaku ketemu nomer WA aku. Trus kontak, trus saling silahturahim. terusss... nyampe juga deh ke lokasi ini. Bisa masuk karena anaknya kerja sebagai karyawan instansi ini.  Kalau aku sih mengekpresikannya sebagai "Surga Tersembunyi di Banyuasin". Indah banget...banget. 

Waktu masuk masih di depan biasa aja sih... cuma kulihat gundukan kotoran sapi dijalanan sehingga agak sulit bawa mobil karena harus sedikit menghindar biar gak kelindes (tapi nyatanya tetep aja kelindes juga meski gk parah). Begitu aku masuk agak kedalam bertemulah padang rumput luas yang ada pohon jomblo yang cuma ranting tanpa daun. Kesanku mirip Savana Bekol di Baluran. Itupun aku sudah exitited banget turun dan foto-foto. Dan begitu masuk kedalam lebih jauh lagi aku berteriak histeris "Maa Shaa Allah... indahnya". Aku langsung teringat peternakan domba di German... yang terhampar rumput hijau bak permadani. Rumputnya rataaaaaa... Tapi pas sudah upload foto kata kawan seperti di New Zealand Australia. 

Hmmm... hari yang sangat menyenangkan..meskipun pulangnya kaki dan dengkul nyeri karena sebenarnya gak kuat nyetir lama. Jauh juga sih jarak tempuhnya. Sudah luar kota loh...Baju dan badan bau kotoran sapi. Yah.. jelas aja bau.. kan aku berlarian dan mondar-mandir di padang savana itu. 

Yuk intip keindahannya :

Ini ketemu savana pas masih baru-baru udah nafsu aja.

Gandengan tangan mau nyebrang

Gemes Banget ijonya


Lihat aku sudah paling depan gak sabaran masuk savana


Ponakan Ida pinter pula ambil angle foto. Hmmm... Cucok

Bawa bekal dan lunch disini berasa piknik beneran

Suka foto dan dapet partner yang pinter moto. Udah deh aku disuruh muter hadap kri kanan. Argghhh..

Langit mendung gak jadi rintangan

Pas balik matahari "shiny" muka memerah gak masalah. Toh pakai masker

Hijauuuuuu  hatiku damai

Sapi-sapi yang dikunjungi... hehe..

Seluas mata memandang hijauuuu semua

Seperti Laskar Pelangi...


Friday, 16 October 2020

Berobat Gigi Yang Berkelanjutan

Dari hanya sekedar pengobatan gigi yang kemaren gompel dan sakit, rupanya perawatan gigi ini memanjang dan makan waktu panjang. Bayangkan saja dari April kini sudah hampir habis Oktober ternyata belum tuntas juga. Gigiku ini parah. Yah gara-gara dulu ditambal di dokter gigi kurang profesional yang asal tambal aja. Menyelesaikan keluhan saja. Ternyata dibalik tambalan yang gak rapih dan ada kebocoran membuat gigi bagian dalam membusuk. Mau tak mau harus dibongkar dan ditambal ulang dengan rapih. Rasanya aku mulai bosan untuk visit dokter gigi secara terus menerus selama ini. Tapi demi kesehatan apa boleh buat. Terhitung sudah 6 gigi yang dibongkar dan dirapikan. Tersisa 2 lagi. 1 gigi perlu visit sebanyak 3 kali minimal. Dengan biaya yang lumayan besar. Hmmmm... uang mungkin tak berarti apa-apa dibanding sehat cuma bosan ini... Ya sudahlah kepalang, sekalian mandi basah sekalian. Hehehe....










Tuh lihat aja gigiku before afternya serem banget kannnn...