Monday, 3 October 2016

MANFAAT YANG DIPEROLEH DARI SERING TRAVELLING


“All travel has its advantages. If the passenger visits better countries, he may learn to improve his own. And if fortune carries him to worse, he may learn to enjoy it.” (Samuel Johnson)

Traveling merupakan salah satu kegiatan yang dinilai mampu memberikan efek relaksasi yang menyegarkan. Oleh karena itu, tak heran jika banyak orang yang berlomba-lomba untuk sesegera mungkin melakukan perjalanan dan mendapatkan kesenangan. Bagi diriku, travelling merupakan moodbooster yang dapat membangkitkan gairah hidup lebih hidup. Hal ini terasa sekali ketika pulang travel ada rasa yang hilang dan aku merasa sepi.

Makanya jadi ingin travel dan travel lagi. Bahkan saudara dan teman-temanku terkaget-kaget kala melihat aku yang sudah mengarrange travel lagi padahal rencana travel yang sudah aku bayar belum aku jalani alias masih persiapan untuk keberangkatan. Entahlah...sepertinya aku sudah “adicted”.

Travelling sebenarnya adalah hobbyku sejak masih remaja dan lajang. Untuk wilayah Indonesia sebagian pulau Jawa sudah aku jelajahi, Bogor, Bandung, Jogyakarta, Semarang, Surabaya dan Bali, sedangkan wilayah Sumatera belum tersentuh sama sekali. Masih ingat ketika aku masih bekerja di Dexa Medica, dimana aku memiliki “coleague” yang sehobby, jadi setiap ambil cuti pasti aku gunakan buat jalan-jalan ke daerah lain, paling sering sih ke Jakarta atau Bogor.

Ketika berkeluarga semua itu vakum karena seluruh perhatian dan jiwa ragaku fokus untuk anak dan keluarga. Dan karena suatu peristiwa yang sangat menggoncangkan kehidupanku di April 2009, aku harus hidup sebatang kara. Keterpurukan ini membuat hobby travellingku kembali mencuat. Dengan travelling aku dapat menghibur diri dari kepedihan kemelut hidup. Dan semakin sering travelling banyak sisi positif yang aku peroleh sebagai manfaat travelling. Inshaa Allah aku pengen keliling dunia. Berdasarkan pengalamanku selama melakukan travelling aku memperoleh manfaat yang sangat banyak antara lain :

1. Menjadi manusia yang lebih bersyukur

Dengan melakukan sebuah perjalanan membuat aku memiliki kesempatan untuk menikmati landscape (panorama alam) yang sangat indah diberbagai tempat yang dikunjungi. Keindahan alam yang indah itu merupakan ciptaan Allah, membuat aku kagum dan tak henti bertasbih pada saat menatap lukisan alam ciptaan Allah. Hal ini semakin menguatkan keyakinan akan kebesaran Allah.

Travelling ke negara lain membuat aku dapat merasakan perbedaan iklim dan cuaca, adat istiadat, budaya dan kuliner. Hal inni menjadikan aku semakin mencintai negaraku Indonesia karena menyadari betapa luar biasa karunia Allah pada negara Indonesia yang merupakan negara paling sempurna kekayaan alam, iklim, cuaca dan nyaman. Dari travelling aku mendapat pengalaman yang sangat mahal harganya dan tidak setiap orang dapat merasakannya. Kesempatan untuk bersenang-senang adalah karunia Allah yang patut disyukuri.

2. Menambah pengetahuan untuk mencari tahu tentang negara destinasi dan melatih diri mempersiapkan keperluan travelling.

Sebelum melakukan perjalanan biasanya aku selalu berusaha mencari informasi tentang destinasi wisata. Mulai dari informasi penerbangan, penginapan, transportasi, kondisi negara dan kota tujuan, kebiasaan yang berlaku, iklim dan cuaca, makanan(kuliner) utama sehari-harinya, bagaimana tips dan cara belanja, mata uang yang bisa disiapkan (cash atau tarik tunai via ATM), tips yang dilakukan demi menjaga keamanan bagi para pelancong, hingga tentang sejarahnya.

Hal ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran tentang negara destinasi yang belum aku ketahui. Aku biasa mencari informasi melalui browsing internet, atau bahkan bertanya pada orang lain yang pernah punya pengalaman malakukan travelling disana Dengan demikian secara tidak langsung pengetahuan umum dan wawasanku akan bertambah sebab aku akan mempelajari hal baru. Lalu berdasarkan informasi tersebut aku dapat melakukan persiapan seperti baju serta perlengkapan lain yang akan dibawa.

3. Mengubah cara pandang terhadap sesuatu

Seringnya melakukan perjalanan, aku merasa terbiasa berhadapan dengan hal-hal tak terduga. Saat keadaan tak sesuai rencana awal, aku selalu dan harus mampu beradaptasi. Kita juga memiliki cara pandang yang berbeda dalam melihat suatu persoalan. Pikiran akan semakin terbuka terhadap hal-hal baru. Lebih dari itu, kita menjelma menjadi orang yang lebih fleksibel.

4. Melatih diri untuk berinteraksi dengan orang baru/teman baru dan warga lokal

Traveling memberi aku kesempatan untuk merasakan hal-hal baru dan berinteraksi dengan orang baru. Terlebih lagi apabila kita melakukan perjalanan dalam suatu “tour group”. Berada dalam suatu “tour group” ini merupakan latihan kesabaran dan teposeliro yang luar biasa. Karena personality anggota sangat berbeda-beda dan mereka tidak pernah kita kenal sama sekali sebelumnya. Ini pengalamanku saat ikut tour ke Turki bulan Februari 2016 yang lalu.

Aku mendaftar tour di suatu travel di kotaku Palembang, dan tanpa dapat diprediksi, ternyata kami yang mendaftar dari Palembang hanya bertiga sehingga harus digabung dengan kelompok Jakarta yang terdiri dari ibu-ibu sosialita dari isteri jendral dan pembesar. Pelajaran kesabaran dan hentakan nafas berdesis dalam istighfar sudah harus dilakukan sejak sebelum keberangkatan di bandara Soeta. Teriakan dengan nada perintah kepada kedua keponakan laki-lakiku tanpa sopan santun (padahal sebenarnya mereka itu meminta tolong untuk membawakan tas dsb). Rasanya nyeri melihat tingkah laku mereka, tapi kami bertiga diam dan bersabar bahkan sebisa mungkin menghindar, bayangkanlah selama 10 hari harus seperti itu. Tapi kami tetap happy kok.

Saat berkunjung ke kota/negara lain, kita bertemu dengan orang yang berbeda-beda. Mengenal orang baru bisa memberikan pelajaran hidup. Obrolan ringan saat membeli makanan ataupun saat menanyakan petunjuk arah merupakan latihan untuk mengenali beragam sifat dan karakter manusia di belahan bumi lain. Selain itu melatih kefasihan kita berbahasa Inggris atau sedikit belajar bahasa pergaulan negara destinasi.

5. Dapat mengoleksi souvenir khas beberapa negara atau destinasi wisata sekaligus melihat cara pembuatannya.

Kota-kota maupun negara yang kerap didatangi ribuan turis biasanya punya aneka jenis souvenir yang lucu dan unik. Ada yang murah dan ada juga yang mahal. Rasanya sangat menyenangkan sekali bisa memilih-milih sendiri jenis souvenir yang kita mau secara langsung di negara asalnya. Aku senang membeli souvenir untuk dibawa pulang sebagai kenang-kenangan. Biasanya aku memilih yang unik yang benar-benar tidak dijual di Indonesia. Salah satu souvenir yang selalu aku beli adalah piring kecil yang bisa dijadikan hiasan buffet. Lumayan untuk menambah koleksi hiasan rumah.

6. Bisa berbagi cerita dan pengalaman sekaligus menginspirasi

Aku jadi inget kalimat-kalimat yang terdapat dalam novel “Sparkling Love in Korea” karya Asma Nadia. Seorang yang melakukan travel telah melakukan usaha dan biaya yang tidak sedikit, sangat pantas baginya untuk mendapatkan mendapatkan moment foto untuk mengabadikan cerita perjalanannya lalu membagikannya di media sosial seperti instagram atau facebook. Bukan untuk menyombongkan diri melainkan berbagi pengalaman dan inspirasi.

Dengan melakukan perjalanan demi perjalanan, pengalaman kita semakin bertambah. Aku tidak mau menjadi orang yang hanya menikmati pengalaman indah itu sendiri. Keinginan untuk berbagi pengalaman dengan orang lain aku tuangkan dalam tulisan perjalanan di blog pribadi ini. Kadangkala kita gak sadar, cerita yang menurut kita biasa aja ternyata ada orang yang tertarik membacanya. Kisah perjalanan dan info wisata menjadi hal penting bagi siapapun yang ingin memulai sebuah perjalanan. Melalui tulisan kita juga bisa menginspirasi orang lain agar tak ragu melangkahkan kakinya untuk menggapai impian menuju tempat-tempat indah di dunia. 

7. Menambah wawasan baru, pembelajaran dan perbaikan diri pribadi.

Traveling selain bisa digunakan untuk pembelajaran diri menjadi lebih dewasa, juga dapat digunakan sebagai alat untuk menambah wawasan baru tentang ilmu pengetahuan. Ketika kita mengunjungi suatu tempat yang baru, pasti akan ada hal baru yang kita jumpai, seperti kebudayaan, suku, geografi, sistem transportasi, sektor pelayanan pariwisata dan lain sebagainya. Dari situ, secara tidak langsung kita bisa mengenali budaya dan kebiasaan yang berkembang di suatu tempat yang baru kita kunjungi tersebut. Jika kita tidak dapat mengusahakan negara tercinta ini meneladani/belajar untuk menerapkan sistem-sistem negara orang yang sudah lebih maju, tetapi paling tidak menjadi langkah perbaikan diri sendiri untuk mencontoh/alias menerapkan sistem yang lebih baik tersebut, misalnya tentang hal yang sangat sederhana “disiplin, mau antri dan kebersihan” 

Aku sendiri mendapatkan hal yang sangat penting bagi diriku pribadi saat perjalanan tour ke Turki beberapa bulan lalu, yaitu memahami dan mengagumi bagaimana rakyat Turki memiliki rasa nasionalis yang sangat besar. Bagaimana mereka menjunjung tinggi negara dan para pemimpin mereka meskipun ada keburukan atau kekurang-sempurnaan. Mereka pantang untuk menjelek-jelekkan peminpin negara mereka. Sebagai contoh tentang Mustafa Kemal Ataturk yang kisah dan biografi dirinya, tentang proses kematiannya yang sudah kita dapatkan informasinya, namun begitu kita bertanya tentang itu mereka akan naik pitam. Sekelam apa cerita tentang Ataturk bagi mereka beliau adalah bapak bangsa. Hmmmm.... Sejak itu aku jadi sangat mencintai negaraku Indonesia seburuk apapun kondisinya. Aku pantang mencela segala sesuatu tentang sistem negara ini, baik tentang pejabat, pemimpin dan lain sebagainya. Indonesia is the best for me. Aku menjadi seorang warga negara yang lebih baik, aku akan bersikap tegak hormat saat lagu kebangsaan dikumandangkan, menghormati prosesi upacara bendera. Senangnya bisa belajar banyak dari negara orang lain.

Dengan melakukan perjalanan atau traveling dan keluar dari rutinitas sehari – hari, tidak peduli bagaimana perjalanan kita, traveling mempunyai kekuatan untuk memberi kita pandangan baru yang lebih segar tentang apa yang sudah kita kenali sebelumnya daripada apapun, yaitu diri kita sendiri. Intinya dari traveling ini kita mampu mengenali siapa diri kita sebenarnya. Pada dasarnya, traveling mempunyai peranan yang signifikan sebagai upaya agar diri kita tetap sehat, baik secara fisik, mental maupun emosional. Ketiga hal inilah yang bisa membawa diri kita aktif membangun dunia ini menjadi lebih baik.

Winter experience in Uludag
Amazing Baloon Experience in Cappadochia Turkey


Thursday, 16 June 2016

FENOMENA BUKA BERSAMA ALIAS BUKBER



Tulisanku kali ini idenya muncul ketika di kantorku disibukkan mencari tempat yang tepat untuk menyelenggarakan buka bersama dengan tujuan untuk mempererat tali silahturahim sesama rekan di unit kerja kami. Aku sedikit acuh tak acuh ketika yuk Dina bercerita kemaren siang dia gak bisa hadir untuk sholat dzuhur dan mendengarkan tausiyah di masjid kantor kami karena bersama Nia ditugaskan untuk mensurvey tempat untuk meyelenggarakan Bukber.

Di dalam bulan ramadhan akan begitu marak dan menjadi life style dikalangan masyarakat untuk menyelenggarakan acara “Buka Bersama” alias Bukber di cafe-cafe, mall, restaurant atau untuk yang lebih bergengsi lagi di hotel ternama. Namun sebagai muslim/muslimah kegiatan serupa ini perlu dicernai dan diwaspadai. Kenapa? Karena bisa jadi “Bukber” yang tujuan utamanya untuk ajang menjalin silahturahim antar teman, kerabat atau kolega akhirnya menjadi sesuatu yang mudharat bahkan berdosa. Jika dengan terselenggaranya Bukber membuat kita melalaikan kewajiban kita seperti sholat Maghrib, Isya dan kehilangan kesempatan tarawih yang hanya kita dapat setahun sekali.

Secara pribadi aku memang kurang suka bila diundang untuk acara buka puasa bersama (alias gak pernah hadir). Banyak alasan keberatan dalam diriku. Pertama, mau pergi ke lokasi itu sendiri sangat ribet. Harus berkendara menjelang maghrib yang notabene jalanan macet padat, karena begitu banyak manusia yang justru pergi keluar rumah menjelang bedug maghrib itu, entah untuk buka puasa bersama teman/group di cafe, resto, mall, atau sekedar jalan-jalan sore “ngabuburit”. Aku pernah mengalami hal ini ketika diundang buka bersama teman alumni SMP ku beberapa tahun yang lalu. Niatnya buka bersama eh ujung-ujungnya malah telat sampe ke lokasi karena saat adzan maghrib aku masih dijalan. Buka puasa terlambat dan sholat Maghribpun telat. Huft....

Kedua, saat buka bersama seringkali membuat sholat maghrib menjadi sekadarnya. Itupun apabila lokasi buka bersama menyediakan mushollah, bila tidak maka sholat maghrib menjadi wassalam alias lewat. Alangkah sayangnya karena sehabis maghrib banyak amalan yang dapat aku lakukan seperti berdoa, berdzikir dan mengejar target bacaan Al-Qur’an agar bisa khatam. Aduh...

Ketiga, jelas sekali apabila sholat maghrib saja sekedarnya atau bahkan terlewat maka sholat Isya’ juga sekedarnya dan tarawih bisa bablas. Memang sholat Isya’ dan taraweh bisa dikerjakan nanti dirumah, tetapi karena sudah terlalu capek pasti akan menjadi sekedarnya saja pula, disamping itu target bacaan Al – Qur’an pun kurang juga.

Secara garis besar mungkin Cuma itu yang menjadikan aku seringkali tidak memenuhi undangan “Bukber”. Maafkanlah aku yang kolot dan tidak bisa mengikuti trend. Tapi aku hanya mampu memandangnya dari cara pandangku yang sangat sederhana berdasarkan yang pernah aku alami. Segala perbuatan baik belum tentu bisa menjadi baik, kadang perbuatan baik yang tadinya harus menjadi pahala malah bisa mengakibatkan dosa dan diharamkan, perkara apakah itu?? yaitu perkara berlebihan dan lalai.

Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui (Al ‘Ankabuut 64)



Tuesday, 7 June 2016

ANEKA KULINER KHAS PALEMBANG



Dalam travelling ke suatu tempat atau suatu daerah atau negara, tidak luput dari pencarian wisata kuliner daerah atau negara setempat. Palembang menjanjikan begitu banyak sajian penganan dan makanan khasnya. Sebagai daerah yang terletak dipinggiran sungai Musi sajian kuliner untuk kota Palembang hampir sebagian besar merupakan olahan ikan.

Apa saja sih kuliner khas Palembang yang dapat kamu cicipi?

1. PEMPEK
Pempek adalah kudapan yang terbuat dari olahan ikan dan tepung kanji (= sagu ), yang biasanya disantap dengan kuah kental hitam dengan rasa asam manis pedas atau yang biasa disebut cuko.

Palembang telah ada sejak masuknya perantau Cina ke Palembang, yaitu di sekitar abad ke-16, saat Sultan Mahmud Badaruddin II berkuasa di kesultanan Palembang-Darussalam. Nama empek empek atau pempek diyakini berasal dari sebutan "apek", yaitu sebutan untuk lelaki tua keturunan Cina.

Berdasarkan cerita rakyat, sekitar tahun 1617 seorang apek berusia 65 tahun yang tinggal di daerah Perakitan (tepian Sungai Musi) merasa prihatin menyaksikan tangkapan ikan yang berlimpah di Sungai Musi yang belum seluruhnya dimanfaatkan dengan baik, hanya sebatas digoreng dan dipindang. Ia kemudian mencoba alternatif pengolahan lain. Ia mencampur daging ikan giling dengan tepung tapioka, sehingga dihasilkan makanan baru. Makanan baru tersebut dijajakan oleh para apek dengan bersepeda keliling kota. Oleh karena penjualnya dipanggil dengan sebutan "pek … apek", maka makanan tersebut akhirnya dikenal sebagai empek-empek atau pempek.

Pada awalnya pembuat pempek Palembang membuat pempek dari ikan belida. Namun, dengan semakin langka dan mahalnya harga ikan belida, ikan tersebut diganti dengan ikan tenggiri atau ikan gabus yang harganya lebih murah, tetapi dengan rasa yang tetap gurih.

Setelah itu banyak orang yang mulai mengembangkan ide membuat pempek, maka sampai saat ini banyak sekali jenis pempek palembang seperti:
Pempek adakan, pempek kapal selam, pempek telor kecil, pempek lenjer, pempek kulit, pempek keriting, pempek pastel, pempek panggang, pempek lenggang dll. 

Pempek dan cuko


2. LENGGANG DAN PEMPEK TUNU
Lenggang adalah kudapan yang merupakan variant dari pempek. Bahan utamanya adalah adonan pempek yang merupakan campuran ikan giling dan tepung kanji, selanjutnya di campur telur di kocok dan diletakkan dalam daun pisang dibuat mangkuk segi empat (Takir) dan di jepit pakai lidi kecil, upayakan jangan bocor. Panggang diatas bara api sampai matang, agar matangnya rata, setelah bagian bawah matang, lenggang dikeluarkan dari takir daun pisang dan bagian atas taruh di panggangan.

Pempek Tunu/Pempek Panggang 
Juga merupakan variant dari pempek dimana dalam pengolahannya adonan dasar pempek dibentuk bulatan pipih dan dipanggang diatas bara api. 

Pempek Tunu

Lenggang
Adonan Lenggang sebelum matang



3. TEKWAN
Tekwan adalah hidangan sup khas Palembang yang terbuat dari ikan dan sagu yang dibuat dalam ukuran kecil-kecil, dan disajikan dengan menggunakan kuah udang dengan rasa yang khas. Biasanya pelengkap tekwan adalah sohun, irisan bengkoang dan jamur, serta ditaburi irisan daun bawang, seledri, dan bawang goreng. 

Tekwan



4.  BURGO
Burgo merupakan makanan yang berasal dari tepung beras yang disajikan dengan kuah Ikan gabus yang di Blender di campur santan. Agar rasanya jadi sedap dan mantab, burgo bisa dinikmati dengan bawang goreng dan sambal cabai rawit 
Burgo



5. LAKSAN 
Laksan merupakan sajian sedap yang masih termasuk dalam aneka olahan dan adonan dasar pempek. Adonan dasar pempek dibuat pipih memanjang kemudian direbus. Dalam penyajian dipotong-potong dan disajikan dengan menggunakan kuah santan yang gurih berwarna merah. 

Laksan



6. CELIMPUNGAN
Celimpungan berbentuk bulat dengan diameter 10 cm dan tipis (pipih). Kuahnya terbuat dari santan dan racikan bumbu-bumbu lainnya. Celimpungan dimakan bersama sambal gorengnya. 

Celimpungan



7. MIE CELOR
Mie Celor adalah hidangan mie yang disajikan dalam campuran kuah santan dan kaldu ebi (udang kering), dicampurkan toge dan disajikan bersama irisan telur rebus, ditaburi irisan seledri, daun bawang dan bawang goreng. Tempat paling terkenal yang menjual mie celor adalah mie celor 26 ilir pak H. Syafei 
Mie Celor 26 ilir



8. PINDANG PATIN
Pindang ikan patin adalah masakan khas palembang dari bahan utama ikan patin segar yang diolah dan dimasak bersama dengan bumbu dan rempah khas nusantara seperti kunyit, jahe, laos, sereh, daun salam, cabe, bawang merah, bawang putih dengan potongan nanas untuk mendapatkan rasa asamnya. Sebenarnya dari bumbu dasar rempah ini juga dapat diolah dengan berbagai jenis ikan seperti gabus, baung, udang bahkan iga.

Masakan pindang biasanya disajikan bersama nasi, lalapan dan sambal buah mangga 
Pindang Patin


9. TEMPOYAK
Tempoyak merupakan nakanan khas daerah Palembang, bahan dasar tempoyak adalah durian diaduk dengan seikit garam kemudian difermentasikan selama 1 minggu lebih. Tempoyak dapat diolah menjadi aneka hidangan. Bisa hanya dibuat sambal tempoyak, atau menjadi pepes ikan tempoyak atau pindang ikan tempoyak. Sajian yang memiliki citas rasa manis asam pedas yang membuat lidah bergoyang. 

Pepes Tempoyak



8. MARTABAK HAR
Salah satu yang khas dari Palembang dan tidak terdapat di tempat lainnya yaitu kuliner bernama Martabak HAR. HAR sendiri merupakan singkatan/inisial nama dari pemilik tokoh martabak waralaba tersebut yaitu Haji Abdul Rozak. Haji Abdul Rozak adalah saudagar Palembang keturunan India yang menikah dengan perempuan Palembang, kediaman Haji Abdul Rozak masih dapat anda lihat persis di sebelah Hotel Jayakarta Daira tepatnya dipinggir jalan Jendral Sudirman, Haji Abdul Rozak sendiri sudah lama wafat (tahun 2001) namun martabak yang dijualnya sampai sekarang tetap jaya dan menjadi idola wong Palembang maupun para pelancong yang sedang berkunjung ke Palembang.

Secara tekstur Martabak HAR tampak tidak berbeda dengan martabak dari India apalagi martabak HAR memakai kuah kari yang merupakan kuah khas yang berasal dari Negara Bollywood India, namun saat anda memakannya barulah anda dapat mengetahui perbedaannya di mana martabak HAR memiliki kuah kari yang tidak terlalu kental, aroma yang tidak terlalu menyengat dan rasa yang tidak terlalu kuat seperti kuah kari asli India. Kuah kari martabak HAR dapat dikatakan suatu modifikasi dari kuah kari asli India yang disesuaikan dengan lidah orang Indonesia khususnya wong Palembang, bisa dikatakan inilah kuah kari asli Palembang.

Sedangkan untuk kulit martabak HAR juga terlihat tidak jauh berbeda dengan kulit martabak khas India lainnya, akan tetapi di dalam lapisan kulit martabak tersebut anda akan menemui telur di dalamnya sangat sederhana bukan, ini sangat berbeda dengan martabak India di mana di dalam kulit martabak terdapat isian yang lebih beraneka ragam dengan daging sebagai andalannya. Isian di dalam martabak yang sangat sederhana di mana hanya diisi 2 butir telur (ayam/bebek) tidak mengurangi kegurihan dan nikmatnya martabak ini bahkan menjadi suatu ciri khas tersendiri dari martabak

Dengan mengeluarkan kocek anda sebesar ± Rp 12.000,- anda akan mendapatkan satu porsi martabak HAR yang berisi dua butir telur ayam dan sudah termasuk satu mangkuk kuah kari dan kuah cuka dengan irisan rawit di dalamnya. Bila ingin mencoba martabak HAR dengan isian telur bebek anda cukup menambah kocek sebesar ± Rp 3.000,- maka dengan ± Rp 15.000,- anda sudah dapat menikmati satu porsi martabak HAR dengan cita rasa telur bebek yang merupakan sajian asli dari martabak ini saat pertama kali diperjual-belikan.

Martabak HAR


 9. KUE KHAS PALEMBANG
Kue-kue khas Palembang memiliki tekstur dan citarasa yang uni, manis dan legit juga tahan lama. Bahan dasar dari kue-kue khas Palembang adalah telur dan gula dalam jumlah yang banyak. Sehingga manisnya luar biasa! Sayangnya kue-kue seperti ini hanya dapat ditemui pada acara-acara atau moment tertentu saja seperti, pada saat hari raya Iedul Fitri atau Idul Adha dan juga pada saat perayaan-perayaan penting pada saat lamaran dan pesta pernikahan. Sebut saja diantaranya kue delapan jam karena memang cara memasaknya dengan mengukus selama 8 jam, Maksuba, Bolu Kojo, Engkak dan lapis legit.


Kue-kue khas Palembang



10. LEMPOK 
Penganan yang satu ini berbahan dasar durian yang diolah dengan teknik menyerupai pembuatan dodol. Rasanya legit manis. Lempok dapat dijumpai di toko-toko yang menjual makanan khas traditional Palembang, Toko Hasan AS di daerahdepan supermarket JM.


Lempok duren


Catatan :
Foto-foto yang ditampilkan diartikel ini saya dapatkan dengan mendownloadnya dari Google searching, mohon maaf kepada para pemilik foto asli, semua saya lakukan untuk menginformasikan wisata kuliner dari Palembang.

Wednesday, 18 May 2016

PERJALANAN DINAS KE ANYER



Dalam pekerjaan rutinku seringkali mengharuskan aku melakukan perjalanan dinas, entah itu hanya rapat, evaluasi teknis dan kunjungan pabrik sebagai verifikasi sebelum melakukan tender pembelian bahan kimia. Kadangkala aku merasa sangat lelah melakukan perjalanan dinas ini terlebih lagi apabila tujuannya untuk rapat dinas atau evaluasi.

Mengapa? Karena perjalanan ini merupakan agenda yang sangat melelahkan. Bayangkan saja jam 3 pagi bahkan azan subuhpun belum berkumandang aku sudah sibuk mempersiapkan diri. Jam 4 pagi sudah dijemput oleh pihak travel menunju bandara untuk mengejar pesawat pertama. Hmmmm...sholat subuh seadanya di musholla bandara. Dan selanjutnya sesampainya di Jakarta tanpa ada kesempatan istirahat aku langsung rapat (malah lebih sering terlambat sedikit, alias rapat sudah dimulai). Lalu belum berhenti sampai disitu nanti siang begitu rapat selesai sekitar jam 13.00 aku kembali bergegas menuju bandara kembali untuk pulang. Terkadang belum makan siang. Semua ini karena aturan perusahaan yang aku nilai pelit dan kejam. Judulnya selalu penghematan. Rapat dinas tidak boleh menyediakan makan siang bahkan snack pun tidak. Hmmmm...makanya setiap pulang dinas aku pasti sakit. Maag kumat dan batuk pilek.... hadehhh...

Tapi perjalanan dinas kali ini cukup menyenangkan, peninjauan pabrik untuk verifikasi sebelum rekanan ikut tender. Memang untuk dinas kunjungan pabrik agak lebih nyaman. Tidak perlu mengejar pesawat pertama, tidak perlu pulang hari. Biasanya setelah kunjungan pabrik kita akan dijamu bahkan refreshing. Yuppp....ini sebagai suatu gift.

Kali ini kunjungan pabrik adalah ke Asahimas di Serang Banten. Asahimas adalah produsen Kaustik Soda. Diskusi teknik dan plant tour sangat menyenangkan. Dan tak diduga selesai semua tugas inti vendor mengajak kami ke pantai anyer, sayang sekali gak tahu ada schedule ini jadi aku gak punya persiapan sama sekali bahkan sunglassespun gak bawa. Padahal siang hari terik. Akhirnya aku cuma intip-intip keindahan pantai Anyer dari restroomnya hotel Novotel. Foto-foto dikit sunset. Malam harinya kita dijamu makan di resto seafood dipinggiran pantai.


From my window pane the sea was appeared


The cozy bed room of  Novotel Hotel Anyer


Almost sunset from the restaurant


The shine and blue sea early in the morning


My window pane

Almost sunset...

Baru pagi hari besoknya aku berani turun ke pelataran pantai. Lumayanlah foto-foto sedikit. Dan sebelum pulang kita diajak ke mall baru , “Aeon Mall” didaerah Serpong. Mall ini milik Jepang dan semuanya bercirikan khas Jepang. Keren... Semoga sering ya dinas seperti ini. Melihat suasana disini dan makanan Jepangnya cocok dilidahku aku pengen banget travelling ke Jepang. Inshaa Allah...!


The sea......

My heart will go on and on...

I like the view

Japanese food culture... I am in Japan

Sushi Salmon fish saos teriyaki manis...suka banget yummy...

Sagami Japanese Cuisine Resto

Sagami...menunya yummy sangat...

Berburu oleh-oleh dan semua tentang Japanese food

Thursday, 12 May 2016

SHORT TRIP PANTAI MUTUN DAN PULAU TANGKIL




Aku sudah lupa kapan tepatnya aku melakukan short trip ke Lampung ini, kalau tidak salah sekitar bulan Desember 2014. Kunjungan ke Lampung kali ini memang tidak direncanakan hanya mengambil cuti 1 hari di hari Jum’at. Tujuan utamanya menemani Iyun (kakak perempuanku) yang mengunjungi dan juga membenahi rumah kontrakan Ifan. Sudah hampir 5 bulan Ifan (anak cowoknya) merantau dan kerja di Lampung tapi dia belum sempat nengok sama sekali. Bahkan saat berangkat ke Lampung dia tidak bisa mengantar sama sekali. Kasihan... semua kondisi ini disebabkan oleh konflik rumah tangganya.

Berangkat hampir tengah malam menumpang mobil travel merupakan pengalaman seru bahkan sangat menegangkan. Bayangkan kami bertiga Iyun, aku dan Bunga semua perempuan. Kami duduk dibagian tengah, dibelakang kami 3 orang laki-laki dan didepan sopir dan seorang laki juga. Mobil selalu jalan dengan kecepatan sangat tinggi meski kondisi jalanan sangat buruk. Pengalaman perjalanan dengan mobil travel ini lebih mencekam lagi disaat menuju pulang ke Palembang.

Kondisi mobil yang tidak laik jalan benar-benar beresiko. Saat itu kami start keberangkatan dari Lampung ba’da Maghrib. Semula lancar...tetapi setelah beberapa jam perjalanan dan malam semakin larut mobil menepi dipinggir jalan. Sopir turun dan sepertinya memperbaiki kondisi ban, karena kondisi setengah mengantuk aku tidak begitu tertarik dengan permasalahan sopir dan mobilnya. Tetapi ketika sopir semakin sering menepikan mobilnya (hampir setengah jam sekali) aku mulai khawatir, terlebih mobil terlalu sering menepi dipinggiran hutan. Aku mulai takut dan khawatir. Kulihat dikursi depan Iyun tidur lelap dan Bunga yang disampingku juga tertidur. Aku mengintip disela-sela kaca mobil ingin mengetahui apa yang dilakukan oleh sopir. Tak begitu jelas, tetapi sepertinya masalah dengan ban. Situasi seperti ini terjadi setiap 15 menit sekali...waduh....kalau begini kapan nyampenya ke Palembang.

Dan akhirnya menjelang jam setengah 2 malam mobil berhenti disebuah perkampungan yang terdapat sebuah bengkel kecil. Perkampungan ditengah hutan saat tengah malam dimana orang-orang yang ada disana laki-laki semua. Pikiranku mulai macam-macam, takut dirampok takut diperkosa dan sebagainya. Aku membangunkan Iyun dan kami turun sekalian numpang buang air kecil di bengkel tersebut. Selesai dari WC kami menguping pembicaraan sopir dengan orang-orang bengkel. Akhirnya kami mengetahui permasalahan mobil travel ini. Ternyata parah dan amatlah berbahaya. 3 dari 4 roda mobil travel ini hanya mempunyai masing-masing 2 dan 1 baut (padahal harusnya setiap roda harus punya 4 baut. Dan baut yang terpasang itupun bukan jenis dan peruntukan mobil Inova.

Subhanallah..., innalillahi wa inna ilaihi rojiun...... , astaghfirullah.... desisku dalam hati ketika tahu letak permasalahannya. Jadi sang sopir berhenti setiap 15 menit sekali itu tujuannya adalah mengencangkan baut yang kendor. Ya Allah...alangkah tidak bertanggung jawab pihak travel ini. Begitu berani menawarkan ancaman nyawa penumpangnya. Aku baru paham mengapa mobil travel sangat amat terlambat menjemput kami tadi siang. Di schedule perjalanannya kami akan dijemput jam 3 sore tapi sampai jam 6 belum juga dijemput. Bahkan ketika ditelpon berkali-kali selalu jawabannya mohon bersabar karena mobilnya masih di bengkel. Dan akhirnya kami dijemput selesai maghrib. Ya Allah...

Dengan baut seadanya dan seketemunya, karena toh bengkel ini bukanlah bengkel resmi dan profesional. Tetapi minimal kami agak lega karena akhirnya 3 roda yang tadi bautnya tidak lengkap sudah lengkap. Perjalanan dilanjutkan dan alhamdulillah akhirnya sampai juga ke Palembang menjelang subuh. Sejak ini aku kapok dan tidak mau naik mobil travel antar kota lagi, mending naik kereta api saja. Carut marutnya transportasi antar kota, masih banyak terjadi disaat sorotan tentang keprofesionalan service dan keamanan jasa transportasi menjadi sorotan yang menghebohkan akhir-akhir ini.

Perjalanan ke Lampung dihari pertama membereskan rumah kontrakan Ifan yang sangat memprihatinkan. Sedih lihatnya ( aku jadi ingat Ardi), gak punya perlengkapan apa-apa. Bahkan jendela kacanya dibiarkan melompong sehingga dari luar orang lalu lalang dapat melihat dengan jelas isi dalam rumah. Di hari pertama kami sibuk ke pasar kelontong membeli peralatan dapur mulai dari piring, gelas, baskom, ranjang, kasur, seprai bahkan gorden.


Selesai mendandani rumah kontrakan Ifan lontang lantung tak tau arah, ngopi ke mall sebelum akhirnya memutuskan ke pantai mutun

Sudah ada keputusan dan sedang menunggu jemputan driver

Luntang lantung ditengah kota Lampung cari kuliner makan siang gak tentu arah

Hari Kedua. Pagi hari kami masih kembali lagi ke rumah kontrakan Ifan dan membenahi hal-hal yang belum tuntas kemarin. Setelah semua beres kami makan siang dan secara iseng menuju pantai Mutun karena Ifan sedang kerja dari pada tiduran di hotel, sedangkan mau city tour kami bingung tak tahu arah. Kenapa pilihan wisata singkat dan dadakan ini adalah pantai Mutun, itu karena informasi driver hotel yang kami booking untuk 3 hari perjalanan di Lampung. Pantai ini terletak tak jauh dari hotel kami menginap. Hanya menempuh 15 sampai 20 menit perjalanan dan juga murah banget. Kami hanya membayar 25 ribu untuk kesana itupun sudah termasuk mobil.
 
Kami sampai di pantai Mutun menjelang sore dan langit sangat gelap, mendung menggantung dan mau hujan. Tempat ini sepi pengunjung, bahkan bener-bener gak ada pengunjungnya kecuali kami. Mungkin karena hari  sudah sangat sore dan mendung. Tetapi aku sangat mengagumi pemandangan di pantai ini. Air laut tergolong bersih dan jernih. Ombak laut di Pantai Mutun cukup tenang sehingga cukup aman untuk pengunjung yang ingin menceburkan diri di laut Jika hanya ingin bersantai-santai, ada gubuk-gubuk yang untuk berteduh yang biasa digunakan pengunjung untuk duduk-duduk atau tidur-tiduran ditiup angin pantai yang sepoi-sepoi. Kita juga dapat merasakan ketenangan karena air laut yang biru dan jernih serta hamparan pasir putih ditambah hijaunya pulau yang ada di seberang pantai ini membentuk pemandangan alam yang indah yang layak dikunjungi.

Indahnya awan dan laut yang membiru keputihan, paduan warna menyejukkan hati

Perahu sewaan yang berderet parkir dibibir pantai karean sepi pengunjung

Laut berbatasan dengan langit dan awan sungguh landscape yang awesome bangets...

Langit meskipun ada awan hitam menggantung aku tetap suka bongkahanmu yang putih

Sepi tak berpenghuni bagaikan aku tersesat di tempat luas yang mengajakku dalam kedamaian


Perahu sewaan untuk menyebrang ke Pulau Tangkil
 
Pesisir pantai yang damai dan tenang tidak ada ombak yang menghempas

Gubuk beratap jerami berderet dipinggir pantai


Tidak jauh dari pantai ini terdapat pulau yang terlihat hijau dan terasa asri untuk dikunjungi Pulau Tangkil. Untuk mendatangi pulau ini, kita dapat naik perahu dengan membayar biaya 10 ribu per orang. Bapak yang punya perahu ini sudah sangat renta. Kulitnya menghitam seperti terbakar matahari. Bapak tua ini sangat ramah dan santun sekali terhadap kami. Logat biacaranya khas orang Lampung. Dia berkali-kali mengucapkan terima kasih ketika aku membayar sewa perahunya 50 ribu dan menolak uang kembalian yang disodorkannya. Hmmm...sederhana sekali pola dan cara hidup orang-orang desa yang polos.


Berperahu tongkang menyebrangi luasnya samudra

Icon pulau Tangkil

Gak bisa untuk foto manis manja cantik...karena anginya deres banget tuh jilbabku sampe buyar. Harusnya pake jilbab instant aja, habissss gak rencana toh kita mau kepantai

Masih terus usaha kalau aja bisa fotonya manis manja

Tuh kan...amuradul gitu jilbabku.

Pulau Tangkil dalam kesendirian hahaaa....pas banget ya buat caption foto ini keren

Sunyinya pulau tangkil


Pasir yang putih, langit jernih dengan awan menggunpal merupakan

Pulau Tangkil Yang sunyi...cocok untuk merenung

Tidak dibutuhkan waktu terlalu lama untuk berkunjung ke pulau yang dikenal dengan Pulau Tangkil. meskipun selama penyebrangan mengarungi laut lepas aku sempat menahan nafas dan berdzikir, takut sekali. Tidak bisa berenang, tanpa jaket pelampung ditengah laut dengan menggunakan perahu yang meurutku kecil sekali bila dibandingkan hamparan laut lepas yang sangat luas ini. Aku memang mudah sekali baper dan phobia, karena pada saat itu sedang hangat-hangatnya pesawat Air Asia yang jatuh diperairan pangkalan Bun pulau Kalimantan. Hehhhhhh...jantungku berdegup gak karuan.

Begitu perahu sandar di pulau Tangkil aku memandang sekeliling. Maashaa Allah ........ alangkah indahnya lukisan alam yang ada disini. Laut jernih yang indah dilengkapi dengan langit mendung yang hitam menggantung dan gumpalan awan yang berbongkah-bongkah sungguh merupakan kombinasi yang sangat komplit. Suasana pulau ini sangat sepi tak berpengunjung. Ada penjaga warung yang menyambut dan menyapa kami. Bapak inilah yang menjelaskan segala sesuatunya menolong kami ambil foto-foto. Dan semua itu dilakukannya secara ikhlas tanpa minta bayaran. Salut...!

Menurut bapak itu bila musim liburan tempat ini akan sangat ramai dan padat pengunjung. Ada berbagai macam permainan, seperti banana boat, paralayang dsb. Selain itu kita dapat beristirahat dengan lebih nyaman karena suasana yang rimbun dan cukup hening di pulau ini. Air laut juga lebih bersih sehingga cocok untuk berenang, bahkan kita dapat melihat ikan-ikan yang berenang di dekat pantai. Setelah lelah melakukan aktivitas di pantai, kita dapat mencicip makanan dari tempat makan yang ada di pantai ini (tetapi hal ini tidak kami lakukan karena kami sudah makan siang sebelum sampai kesini). Puas memandang keindahan dan foto-foto kami memutuskan kembali, bapak pemilik perahu masih asyik ngobrol dengan pemilik warung, bergegas menarik tali penambat perahunya. Kembali aku harus merasakan degup suara jantungku ketika menyebrangi laut lepas.

Menjelang Maghrib kami kembali ke hotel, Ifan sudah menunggu di lobby hotel. Malam itu dia ikut menginap di hotel tempat kami menginap. Keesokan harinya kami mengantar Ifan ke tempat kerjanya dan kami melajutkan city tour kota Lampung cuma untuk wisata kuliner sembari menunggu jemputan travel yang akan menjemput di hotel jam 3 sore. Short trip yang cukup mengesankan.